Kamis, 21 Juli 2016

SEBUAH TANGGUNG JAWAB

Manusia tidak lepas dari sebuah tanggung jawab, disinilah proses kehidupan dimulai. Ketka manusia dilahirkan, orang tua yang melahirkan sudah mempunyai tanggung jawab untuk mendidik dan mengasuhnya sampai ia tumbuh dewasa, ketika manusia itu dewasa permasalahan yang dihadapi semankin komplek janggung jawab yang diembannya. Ia harus dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi, ini adalah sebuah tanggungjawab kepada diri sendiri, belum lagi tanggung jawab kepada orang tua yang telah mendidiknya, ini juga fakta yag harus dihadapi, dan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar, ini juga punya tanggung jawab yang harus dilaksanakan.

Dari semua permasalahan di atas yang paling mendasar supaya manusia sadar akan rasa kemanusiaanya adalah harus ada keterkaitan antara manusia dengan sang penciptanya, sehingga hubungan ini menjadi tali yang erat apabila ada tekanan batin yang berkaitan dari tanggung jawab ini dapat diselesaikan, karena Tuhan sendiri telah berfirman dalam kitabnya bahwa manusia tidak akan dibebani dengan tanggung jawab yang melebihi kadarnya, hal itu termatub dalam Al Quran surat Albaqoroh ayat terakhir yaitu ayat 286: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir"

Bertitik tolak dari ayat di atas maka sebenarnya manusia didisain untuk melaksankan tugas sesuai dengan kadarnya masing-masing, cuma didalam ayat tersebut dinyatakan pula sebuah pilihan yaitu berbuat baik atau berbuat jahat, artinya kalau manusia berbuat baik makan akan mendapat kebaikkan dan mendapat siksa bila berbuat kejahatan. Inilah konteks yang harus betul-betul difahami oleh manusia siapan itu, baik yang percaya adanya Tuhan atau yang tidak percaya adanya Tuhan, karena hal ini berkaitan dengan sifat manuisa kan rasa kemanusiaannya itu.

Tanggungjawab, sebuah kata yang selalu melekat pada diri seseorang yang sadar akan kemanusiaanya

Tidak ada komentar: