Kamis, 27 November 2008

Perjalanan

Rentang waktu manusia selalu mengalami perjanan hidup,baik di dunia maupun di akherat kelak kadang mengalami suka maupun duka selalu silih berganti.ini yang harus kita sadari bhwa kita tidak akan pernah berhenti mulai dari dalam kandungan,lahir kedunia ,masa anak-anak,remaja,dewasa,tua dan akhirnya menuju kehidupan alam kubur menanti stasiun kehidupan yang baru,yaitu alam akherat.ini yang perlu kita sadari sejak awal agar kita tdak tersesat dalam melakukan perjalanan ini.

Disuatu Sore

Pada suatu sore aku lagi bersantai dengan teman kecilku si burung pelatuk yang lincah,mengapa sip e;ayuk aku panggil denga si lincah ? karena ia sangat senang hinggap dari dahan satu ke dahan yang lainya .Tak lupa juga seallu membuat lubang untuk menempatkan sesuatu yang kadang aku sendiri tak tau maksudnya.

Aku sering bercerita pada si lincah tentang semua yang pernah aku lihat,ya tentang macam-macam ciptaan Allah Yang Maha Besar.Misalnya saja pada sore itu aku baru saja melihat gunung yang sedang mengeluarkan lahar yang panas,aku jadi merinding kalau cerita betapa panasnya lahar yang keluar dari gunung itu,sehingga aku sendiri membayangkan bagaimana kalau api Neraka yang ada di alam akherat nanti.Mungkin lebih dahsyat lagi panasnya sehingga semua akan meleleh dan hancur ketika manusia masuk ke Neraka tersebut.Hal itu aku bayangkan dari apa yang aku lihat ketika lahar gunung menrjang semua yang dilewatinya dan akhirnya hancur terbakar.Oh…………. sungguh dahsyatnya cintaan Allah yang satu itu.

Si Lincahpun ketika aku bercerita tersebut menjadi merinding juga.Ia merasa hidup ini harus kita isi dengan kebaikan supaya kita tidak menyesal di kemudian hari nanti.

Rabu, 05 November 2008

IBU

IBU

Ibu kau telah mengandungku selama 9 bulan lamanya
Kau telah mendidikku sewaktu kecil sampai menjadi besar
Kau memberiku kasih sayang yang sangat sempurna

Ibu…terimakasih sudah mendidikku
Kau telah mendidikku dengan cinta kasih sayang yang sangat tinggi dan tanpa patah semangat
Ibu sampai ku besar kau tidak lupa memberiku kasih sayang

Dan memberiku pendidikan yang sangat baik
Terima kasih ibu kau telah melahirkanku di dunia yang indah ini
Terima kasih ibu jasamu tak mungkin ku lupakan sampai ku dewasa


Karya : Suci SDN Bulak Banteng II
5 Nopember 2008

Selasa, 04 November 2008

Sekolah Tempat Aku Bekerja

Sekolah tempatku bekerja



Sekolah tempatku bekerja
Bekerja menuangkan karya
Karya menanamkan norma dan susila
Pada anak-anak bangsa
Harapan negeri di suatu masa

Sekolah tempat aku bekerja
Bekerja menuangkan ide yang terencana
Ide suatu generasi yang bermoral dan bermartabat
Suatu saat jadi pejabat bukannya penjahat
Pejabat yang mencintai rakyat
Bukan hanya konglomerat

Sekolah tempat aku bekerja
Bekerja dengan cinta
Cinta yang mengelora dalam jiwa
Untuk sang negeri yang lagi merana
Merana karena sering tertimpah musibah
Dari banjir sampai sunami
Gunung meletus sampai tanah longsor

Sekolah tempatku bekerja
Bekerja bukan semata cari dunia
Kan tapi bekal juga di akherat
Itulah yang seharusnya terlaksana
Bukan semata takut kepala sekolah
Tapi nilai ibadah yang jadi pijakkannya

Sekolah tempatku bekerja
Dengan senang aku melaksanakanya
Karena bukan semata bekerja
Tetapi ada nilai tantangannya
Tuk mendidik anak bangsa

Sekolah tempatku bekerja
Bukannya tuk bergosip ria
Atau mencari selingkuhan di luar sana
Atau ajang pamer kekayaan emas di telinga

Sekolah tempatku bekerja
Tempat mengamalkan ilmu yang kudapat dari bangku kuliah
Sesuai teori yang melatarinya

Senin, 03 November 2008

Senandung

Musik mengalun merdu lewat telinga
sayup-sayup nada-nada indah menghiasinya
dentuman dram mengikuti ritme yang mempesona
Gitar akustik di petik dengan piawai oleh jemari-jemari terampil
Key board di tekan lembut membentuk simponi merdu
Itulah senandung orkestra dari anak negeri
yang telah dipentaskan,diikuti vokal sahdu lewat bibir-bibir indah mengasikkan

Akankah senandung sosial akan di dengar
Suara kemiskinan yang hingar bingar
Rakyat kecil antri zakat sambil saling cakar
Korbanpun saling jatuh bergelimpang di semayamkan di hanggar

Akankah senandung kebodohan akan di dengar oleh penyelenggara negara
Sekolah unggulan berdiri dimana-mana
Menawarkan pelayanan prima serba ada
Mulai Psikolog,dokter,pakar pendidikan sampai ahli bahasa
Tapi bagaimana dengan saudara kita di Papua,Kalimantan pedalaman,Gunung Kidul yang gersang,atau daerah kepulauan yang belum terjamah
Oh...... akankah senandung persatuan akan tetap mengikat seperti Sumpah pemuda 1928
Oh.......akankah jiwa sang Proklamator mengema seantero nusantara
Menyanyikan lagu kemerdekaan,nasionalisme atau tentang perjuangan
Atau mengemakan semboyan Bhenika tunggal ika yang ada di buku Sotasoma

Adakah jiwa-jiwa sang Patih Gajah Mada yang berani berpantang tidak akan makan apa-apa sebelum Nusantara bersatu dalam rangkulannya
Adakah jiwa-jiwa Ki Hajar Dewantoro yang mendidik bangsanya untuk merdeka
Oh ..... inilah senandung kata yang mengelora dalam dada
Menyeruak keluar lewat kata
Oh.....Tuhan hanya Engkau yang tahu akan segalanya

Secercah Harapan

Hujan deras di awal bulan Nofember 2008
menyiram kegerahan yang ada di hati
udara surabaya yang panas seakan menjadi segar dan teduh
bungah-bungah menunjukkan geliatnya untuk tumbuh kembali
nyanyian burung gereja saling bersautan
berpindah dari dahan yang satu ke dahan yang lainya
jalan-jalan di kota tampak bersih dan tertata rapi
taman-taman kota tertata indah
Air mancur di depan balai kota tampak mempesona
lurus kedepan ada patung sang jendral yang bijaksana
ada syair yang terpahat pada monumen disana
sebagai pengingat generasi muda penerus bangsa
anak-anak muda saling bercengkeramah memadu kata
di dekat taman kota sang jendral yang bijaksana
akankah mereka ingat akan perjuanganya
tuk melestarikan Indonesia yang merdeka dalam arti yang sebenarnya
lurus kedepan di jalan TAIS Nasution ada monumen bambu runcing yang di poles indah
anak-anak muda sering berkumpul disana
dengan asesoris yang beraneka warna
adakah secercah harapan untuk pertanda
tuk pengingat masa depan yang masih di depan mata
adakah secercah harapan di relung hati unutk anak cucu kita di sana
di sebuah taman yang indah tertata
seperti di depan grahadi
ada patung sang gubernur menatap tajam kedepan
di situ sering diadakan unjuk rasa aktivis yang peduli pada kemanusian
adakah secercah harapan
bila melihat perkembangan zaman
banyak anak mudah hamil diluar nikah
prostitusi merajalela sudah memasuki gedung sekolah SMA
anak-anak belasan tahun sudah terbiasa beli cd biru yang dijual di kaki lima
obat-obat napsa dan narkoba menjadi komsumsinya
pergaulan bebas menjadi pola hidupnya
adakah secercah harapan
bila sang pemimpin yang duduk di DPR tersandung korupsi
dipenjara di terali besi
main selingkuh di hotel bukan dengan istri
adakah secercah harapan ?