Minggu, 22 Februari 2009

Mejeng dengan Ketua IPSI Surabaya


Dalam kegiatan IPSI Surabaya,aku mejeng bersama ketua IPSI Surabaya yaitu Bapak Herman Rivai.Kegiatan tersebut diadakan di balai Wartawan Taman Apsari Surabaya.

Semenjak kepemimpinan Beliau dunia pencak silat Surabaya mengalami kemajuan pesat dengan banyaknya event-event yang diselenggarakan oleh IPSI Surabaya untuk mencari bibit-bibit pesilat muda Surabaya yang akan mewakili Surabaya pada PORPROF 2009 yang lalu sehingga Surabya meraih 9 emas dan menjadi juara umum.

Selamat untuk Bapak Herman.

Kebanjiran

Pada tanggal : 21 Pebruari 2009 di daerah Bulak Sari Kelurahan Wonokusumo pukul : 17.00 terjadi hujan yang cukup lebat,dalam beberapa menit saja air hujan sudah menutupi jalan raya sampai mata kaki.Hal ini meyebabkan suasana jalan jadi sepi dan pengguna jalan menghindari daerah tersebut.

Sang Jendral

Pada tanggal 22 Pebruari 2009 Jend.Purn.Ryamizard Ryacudu setelah memberikan pidato Pergerakan Kebangsaan di Asrama Haji Surabaya tentang nilai-nilai kebangsaan.Sesudah itu beliau diwawancarai oleh beberapa wartawan dari media masa Jawa Timur.

Husain lagi eksen

Anakku Husain lagi eksen di salah satu sudut rumah makan kampung stek di Jl.Kusuma bangsa.

Sabtu, 21 Februari 2009

Surat Untuk Kepala Sekolah

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Kepada :
Yth,Ibu Kepala Sekolah
Di Tempat

Dengan hormat,
Sebelumnya saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya atas keberanian saya menulis surat ini kepada Ibu,karena saya merasakan apa yang ada dalam benak hati saya harus saya utarakan dan tak bisa saya pendam.
Ibu Yamirah yang saya hormati,saya sudah hampir 16 tahun mengajar,menjadi seorang guru.Ketika saya putuskan menjadi seorang guru terbersit dalam hati saya bahwa saya mempunyai tanggung jawab yang amat berat karena saya harus menyiapkan generasi yang cerdas,beraklaq mulia dan sopan terhadap sesama manusia,disamping itu saya mempunyai gambaran anak Indonesia dimasa depan yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa didunia mungkin ini hanya mimpi dari saya.Ibu yang saya hormati ! mungkin ini yang menyebabkan saya mengebu-ngebu dalam bekerja,apalagi begitu banyaknya pelatihan yang saya ikuti yang sangat memotivasi saya untuk maju,tetapi saya menyadari bahwa dalam hidup ini selalu ada rintangan dan hambatan,kadang saya terlalu emosianal dalam menghadapi suatu persoalan,kadang saya terlalu diam tidak bereaksi sama sekali,ini yang menyebabkan saya berbeda dengan teman-teman dan mungkin saya terlalu berfikir jauh kedepan.
Ibu yang saya hormati !,kalau saya tengok sejarah para tokoh pendiri bangsa Indonesia yang hidup dalam suasana yang berbeda dengan kita,saya sebenarnya jadi malu,bagaimana tidak malu,kalau melihat perjuangan Bung Karno yang sebagian sisa umurnya dihabishan dalam penjara dan pengasingan,bagaimana kalau kita lihat perjuangan Cut Nyak Dein yang keluar masuk hutan hanya untuk kehormatan bangsanya,yang akhirnya wafat bukan di kampung halamannya tetapi di tanah pembuangan,bagaimana kalau kita baca sejarah Pangeran Diponegoro yang seluruh hartanya di pertaruhkan hanya demi kehormatan bangsanya,ini yang mungkin menusuk hati saya yang sangat dalam,ketika saya melihat anak bangsa berada di perempatan jalan waktunya habis dijalan,sedangkan saya sebagai seorang guru,apa yang bisa saya perbuat dengan ini semua,selama ini saya merasa belum berbuat apa-apa untuk mereka,saya hanya dapat berbuat untuk anak-anak yang ada di SDN Bulak Banteng I-263 ,inipun belum ada artinya sama sekali.
Ibu yang saya hormati ! Belum lagi kalau kita berkaca pada perjuangan Para Nabi yang tugas utamanya adalah mendidik manusia supaya beraklaq mulia,bagaimana Nabi ketika dibaikot oleh kaumnya sendiri,dicaci,dilempari kotoran unta dan bahkan diperangi,apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad S A W,justru beliau mendoakan orang-orang yang memusuhinya,inilah yang saya tidak habis berfikir mengapa para tokoh-tokoh yang saya sebutkan diatas rela mengorbankan semua yang jadi milikya,padahal beliau-beliau tidak memperoleh apa-apa dari segi materi. Mereka hanya mengharap balasan dari Allah SWT. Coba kalau kita bandingkan dengan kita yang mendapat gaji dari Negara,mendapat kemudahan-kemudahan dalam birokrasi,mengapa ini kurang di syukuri.Kita bekerja tidak sekedar mencari materi,kita bekerja sebagai guru yang senantiasa berhubungnan dengan bidang keilmuan yang nota bene bersifat abstrak dan terikat oleh nilai-nilai dan norma-norma sebagaimana yang telah diajarkan oleh tokoh pendidikan kita yaitu KI Hajar Dewantoro yang sesantinya kita pakai yaitu “TUT WURI HANDAYANI”.
Ibu Yamirah yang saya hormati ! Lebih-lebih setelah saya diangkat sebagai CPNS seakan beban saya semakin bertambah,ketika di dalam Prajabatan saya digembleng dengan nilai-nilai moral yang idial,saya ditekankan sebagai pelayan masyarakat,sebagai abdi masyarakat dan akhirnya disumpah prasetia KORPRI ,ini saya anggap bukan sumpah sembarang sumpah,tetapi sumpah saya kepada Allah SWT,kepada Bangsa dan Negara,kepada seluruh rakyat Indonesia.Inilah yang ada dalam hati saya,saya harus bekerja secara maksimal,kalau tidak ada halangan yang sangat mendesak saya usahan masuk dan tidak terlambat.
Ibu yang saya hormati !,mungkin ini hanya mimpi saya tatkala saya membayangkan bahwa sekolah tempat saya bekerja menjadi sekolah yang maju baik dari segi fisik maupun non fisik,meskipun sekolah kita berada didaerah pinggiran dan jauh dari perkotaan saya mengharap anak-anak kita mempunyai mental yang membaja untuk maju dan maju,mereka mempunyai nilai yang lebih,mereka mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya dan mempunyai integritas moral yang tinggi.Ini mimpi dan harapan saya,mimpi ini tidak akan terwujud bila saya bekerja sendiri karena saya adalah sebagian dari suatu komunitas yang bekerja pada suatu intitusi dan lembaga yang punya aturan-aturan,dan saya terikat oleh aturan-aturan tersebut.Inilah yang kadang kala membuat saya risau tatkala saya mempunyai pandangan-pandangan jauh kedepan tentang pendidikan,saya beranggapan bahwa kita bekerja harus punya visi dan motivasi,motivasi untuk maju,motivasi untuk membangun anak bangsa lewat jalur pendidikan,karena inilah yang saya bisa dan visi pendidikan ke depan adalah pendidikan era digital,semua serba canggih,semua serba cepat,semua membutuhkan ketrampilan untuk mengakses informasi baik sekala kota atau sekala nasional kalau tidak kita akan tertinggal.
Ibu yang saya hormati ! inilah isi hati saya,saya menyadari bahwa saya adalah manusia biasa yang banyak melakukan kesalahan-kesalahan dan kekhilafan,mungkin maksud saya baik tapi cara penyampaiannya yang kurang baik,atau waktunya yang kurang tepat dalam menyampaikannya.Saya menyadari sepenuhnya tidak semua orang mempunyai pandangan-pandangan seperti saya,mungin ada yang lebih bagus dan tepat guna dan penuh dengan perhitungan dan tidak gegabah seperti saya. Ibu inilah saya,saya mohon maaf atas kelancangan saya ini menulis isi hati saya pada secarik kertas yang tak berharga,karena dengan menulis ini serasa plong apa yang menjadi ganjalan dihati saya.Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan janganlah ini menjadi ganjalan ibu di kemudian hari.Saya sangat hormat pada Ibu,lebih-lebih setelah Ibu berangkat dari Tanah Suci yang tentu saja banyak pengalaman pribadi yang sangat berkesan secara sepiritual.Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa melindungi dan mengabulkan semua doa kita yang kita panjatkan.Amin-Ya Robbal Alamin.

Surabaya,19 Pebruari 2009
Tertanda
Guru V A

Janny Mudjijanto

Minggu, 08 Februari 2009

Sedang Sholat

Ini Istriku tercinta lagi sholat untuk mendekatkan kepada Allah SWT,hati jadi tenang,teduh,dan tentram.
Semoga Allah senantiasa melindungi kami sekeluarga

Jumat, 06 Februari 2009

TUK SAHABAT 2

TUK SAHABAT 2


SAHABAT !
HIDUP INI KETENTUAN SEKALIGUS PILIHAN
JANGANLAH SALAH SANGKA ATAU PRADUGA
AKU TAK PUNYA MAKSUD APA-APA
KARENA AKU SUDAH PUNYA BELAHAN JIWA DAN TIGA MUTIARA
DIALAH SEMANGAT HIDUPKU
MASA DEPANKU
CITA-CITAKU
HARAPANKU
AKU TAK MAU MERUSAK SEMUA ITU
KARENA HIDUPKU ADA DALAM RANGKULANNYA
SAHABAT !
HIDUP INI HARUS PUNYA MAKNA
MAKNA DARI PILIHAN YANG KITA PUNYA
JANGANLAH MUDAH BEKELUH KESAH
APALAGI BERPUTUS ASA
SAHABAT !
KAU TAHU APA AKU PUNYA JIWA
KARENA KAU TAHU MASA LALUKU SEMENJAK KECIL BERSAMA TEMAN
AKU DEKAT DENGANMU BUKAN TUK BERCUMBU ATAU BUJUK RAYU
LEBIH-LEBIH TUK BERCINTA
KARENA AKU TAHU BATAS DAN NORMA
AKU DEKAT DENGANMU TUK BERBAGI SALING KOMUNIKASI TENTANG ILMU
KARENA AKU TAHU TENTANG PANDANGANMU
NILAI IDEALIS YANG ADA PADA JIWAMU
KAU ADALAH JIWA YANG MENDEKA
SEKUNTUM BUNGA YANG TUMBUH DITAMAN SURGAWI
DENGAN AROMA SEMERBAK MEWANGI
TAPI SAYANG SEMUA ORANG TAK BISA MEMANDANG
SEMUA POTENSI YANG ADA DALAM DIRIMU
AKU DEKAT DENGANMU KARENA AKU MERASAKAN APA YANG KAU SANDANG
INILAH AKU
YANG MELEDAK-LEDAK DALAM EMOSI JIWA
AKU JUGA TAK RELA BILA YANG LEMAH DI ANIAYA
AKU JUGA TAK RELA BILA YANG TAK PUNYA DI CERCA
AKU JUGA TAK RELA BILA YANG KUASA SEMENA-MENA
AKU LAHIR DARI JIWA REVOLUSI
KUMPULAN PEMBERONTAK
PEMBERONTAK KETIDAK ADILA DAN KESEMENA-MENAAN
AKU PUNYA AGAMA YANG MENGAJARKAN KEADILAN
MUHAMMAD SAW NABIKU
IMAM ALI PEMIMPINKU
IMAM HUSAIN TAULADANKU
IMAM MAHDI YANG KUTUNGGU
SAHABAT !
INILAH AKU
APALAGI YANG KAU RAGU………………………..

Kamis, 05 Februari 2009

HUSAIN ANAKKU YANG KE 3


Ini dia Husainku yang ganteng dan gagah,dia lagi eksen di depan kamera.
Husainku sekarang kelas 1,dia mulai bisa baca dan tulis,meskipun agak terlambat dia sangat senang bersekolah.
Ini yang penting,dia senang bersekolah dulu masalah yang lain itu butuh waktu.

ISTRIKU

Ini adalah Istriku yang tercinta,nah ini ketika tidak pakai kerudung,masalahnya dia ketika ada dirumah.

Nah cantik kan istriku !

Rabu, 04 Februari 2009

Mutiara Hati

Mutiara

Kadang aku kehilangan mutiara yang aku punya
Butiran mutiara kemilau seakan buram,kusam dan gelap
Keindahan yang terpancar seakan tak berarti tat kala emosi jiwa meledak-ledak
Tak tahu manfaat yang tersembunyi dari itu semua
Rasa cemburu,kesal dan jengkel selalu datang silih berganti
Mutiara yang jadi dambaan seakan tak punya makna
Kemanakah mutiaraku yang dulu aku damba
Pelipur lara atau duka
Pelipur sedih atau susah
Mutiaraku yang kucinta seakan hilang sudah
Tapi itu datang silih berganti,bak siang dan malam atau kemarau dan hujan
Ternyata mutiara butuh polesan dan perawatan
Butuh tempat atau bingkai
Rapi,tertata indah
Mutiaraku sayang,mutiaraku yang kudamba
Kembalilah kau bercahya kemilau
Indah dipandang menyejukkan hati






Hidup itu pilahan sekaligus ketentuan

Rapat Di ITS

Rapat DBE 1 ,ITS Kemitraan,& binaan BDE dalam rangka penerimaan bantuan seperangkat komputer untuk sekolah-sekolah binaan DBE.

Getaran Jiwa

GETARAN JIWA

HUJAN GEMERICIK MEMBASAHI PELATARAN JIWA
SAHDU TERDENGAR LANTUNAN HALILINTAR MENYAMBAR-NYAMBAR
JIWA SUNYI DALAM KESENDIRIAN
MENDUNG KELABU MENUTUP QOLBU
RONA-RONA KESEDIHAN TERPANCAR LEWAT MATA
DALAM KESENDIRIAN AKU TERMENUNG
HIDUP BUKAN SEKEDAR USIA ATAU NILAI ANGKA-ANGKA
SEKALI HIDUP HARUS BERMAKNA
NILAI IBADAH JADI TARUHANNYA
JIWA HARUS TEGAR DALAM DEKAPAN CINTA
CINTA ABADI DALAM DEKAPAN ILAHI
ANTARA AKU DAN DIA SEAKAN TAK PUNYA MAKNA
WALAU DALAM IKATAN KALIMAT YANG SUCI
KINI SEAKAN TAK BERARTI
SETELAH PENGHIANATAN DI PELUPUK MATA
HATI MEMBATU JIWA MERONA
ANTARA KASIH DAN CINTA
DALAM DEKAPAN RAGA
RAUT WAJAH AKAN BERMAKNA DALAM PANCARAN KALAM ILAHI
DUHAI CAHAYA HATI
AKANKAH SELAMANYA BEGINI
TIADAKAH SOLUSI ANTARA AKU DAN DIA
AKU ADALAH HAMBAMU
DALAM DEKAPAN CINTAMU
YANG MEMUJI KEAGUNGANMU
BERSUJUD DAN BERSIMPUH DIHADAPANMU
BERIBU DO’A TERUCAP SUDAH
AKANKAH INI TAK BERMAKNA
DUHAI RAJA DARI SEGALA RAJA
PENGUASA ALAM SEMESTA
AKANKAH PINTU MAAFMU TERTUTUP UNTUKKU
SETELAH AKU BERMUNAJAT DAN BERSIMPUH DIHADAPANMU
DALAM DEKAPAN MALAM AKU SELALU MEMOHON PADAMU
MENCARI RIDHOMU
DENGAN KEYAKINANKU
AKU TAK KAN BERPUTUS ASA DARIMU
WALAU BERIBU HALANGAN MENGHADANG
AKU SERAHKAN SEMUA KEPUTUSAN PADAMU
KARENA ENGKAULAH PEMILIKKU
TIADA KUASA AKU LARI DARIMU
JATUH BANGUN AKU MASIH DALAM NAUNGANMU
DUHAI ROB
DUHAI NUR
DUHAI KHOLIK
DUHAI ROHMAN
DUHAI ROHIM
DUHAI MALIKUL QUDUS
DUHAI YANG MEMILIKI JIWA-JIWA SUCI
TOLONGLAH DAKU
MENGATASI MASALAHKU
AGAR AKU DALAM DEKAPAN CINTAMU
SEPERTI ADAM DAN HAWA
SEPERTI YUSUF DAN ZULAIKHAH
SEPERTI MUHAMMAD DAN KHOTIJAH
SEPERTI ALI DAN FATIMAH
HIDUP AKAN LEBIH BERMAKNA LEWAT MUTIARA-MUTIARA YANG BERHARGA
KINI TINGGAL DIA HARAPANKU
SEMANGTKU
JIWAKU
KEKUATANKU
KARUNIAILAH MUTIARAKU DENGAN CINTAMU
TEBARKANKAN KASIH DALAM HATI
DUHAI PEMILIK JIWA

Surabaya,4 Pebruari 2009,janbsc_sby@yahoo.com