Kamis, 17 Mei 2012

Dukaku

Pada tanggal 14 Mei 2012 pukul 14.35 aku menerima telpon dari istriku, aku kurang jelas suaranya, aku minta untuk sms aja, setelah aku buka sms itu, apa yang aku baca diluar perkiraanku semula. Ibuku telah pulang menghadap Allah S.W.T. Ini diluar perkiraanku, aku punya rencana untuk mohon doa restunya ketika aku akan meenghadapi ujian skripsi pada tanggal 16 Mei 2012 hari Rabu, akan tetapi sebelum niat itu terlaksana, ibuku sudah berpulang ke hadirat Allah SWT. aku lunglai, lemas, tak punya daya, tapi mau apa dikata, ini sudah kehendak-Nya. Hari Senin Pon tanggal 12 Jumadil Akhir 1433 H. Ibuku telah menghadap Allah SWT.

Ini dukaku, apa mau dikata, ini sudah kehendak-Nya, banyak hal yang belum dapat aku lakukan untuk membalas semua kasih dan sayang dari ibunda. banyak kesalahan yang aku lakukan pad bundaku. Kini aku tak bisa berkata apa-apa, lemas rasanya lidah ini berucap, lunglai tulang ini untuk bergerak, lemah akal ini untuk berfikir.

Aku senyap dalam dukaku, aku telan sendiri dukaku, aku rengkuh semua harapan yang ingin kupersembahkan pada bundaku, kini rencana tinggal rencana, kuasa Ilahi yang menentukanya.

Pada hari Selasa, 15 Mei 2012 bundaku dimakamkan di pemakaman umum Wonokusumo, dengan diringin para pelayat dan handai tolan. Pukul 11.00 jenasah bunda sampai di pemakama, dengan iringi doa, jenasah bunda masuk keliang lahat, aku tak bisa apa-apa, hanya doa yang terucap.

"Ya Allah, kini telah Engkau panggil bundaku, orang yang melahirkanku, orang yang merawatku semenjak kecil tanpa meminta imbalan, yang yang menangis dikala aku sakit, orang yang pertama peduli ketika aku menglami masalah, orang yang menyuapi aku makan ketika aku kecil, orang yang membersihkan kotoranku ketika aku melum mampu membersihkanya, kini ia telah engkau panggil, Ya Allah, ampunilah dosa-dosa dan kesalahan dari bundaku, tempatkanlah bundaku disisi-Mu dengan rahmad dan kasih sayang-Mu, hanya denga kasih dan rahmad-Mu semuanya ini dapat terjadi."