Rabu, 30 Desember 2009

Kepulangan Bapak Bangsa Di Akhir Tahun 2009

Innanillahi Wa Ina Ilaihi Rajiun

Di akhir penghujung tahun 2009 ini kita di ingatkan oleh Sang Pencipta bahwa siapun dia akan kembali Kepada-Nya,tak peduli siapa ia,apa jabatannya,apa kedudukannya,keturunan siapa ia,pasti akan kembali pada Yang Maha Menghendaki.
Abdurrahman Wahid,sosok yang penuh kontraversial, ia sebagai guru bangsa,bapak bangsa, telah kembali keharibaan Sang Pencipta pada hari Rabu sekitar pukul 16.25 WIB di rumah sakit Jakarta. Ini pelajaran yang sangat berharga bagi kita untuk berintropeksi bernegara,berbangsa dan bertanah air, bahwa di dunia ini tiada yang abadi,Gus Dur telah banyak memberi pelajaran kepada kita bagaimana berdemokrasi,bagaimana berbeda pendapat dan menghormati perpedaan ini.
Selamat jalan Gus...., semoga apa yang engkau cita-citakan akan dilanjutkan oleh generasi yang akan datang dan dapat terwujud sebagaimana yang engkau harapkan. Terima ksih yang sedalam-dalamnya Gus untuk mu dari kami semua.
Semua yang berasal dari tanah akan kembali ketanah
Semua yang berasal dari Dia akan kembali kepada-Nya
Semua dari kita tanpa kecuali akan kembali pada-Nya

Kamis, 17 Desember 2009

Fajar Muharram 1431

Muharram 1431

Mentari fajar Muharram 1431 menyingsing diufuk timur
cahyanya merah jinggga menyeruak membelah angkasa
Rona-rona aneka warna menyertainya
Menambah pesona ketakjuban pada Yang Maha Kuasa

Duhai Sang waktu yang tak bisa kembali
Hanya pelajaran yang diberi
Mulai dari Adam a.s sampai Al Amin Muhammmasa s.a.w.
Semua memberi pesan akan tantangan zaman yang akan datang

Zaman milik generasi yang menjalani
Jangan sampai terbelenggu sang tirani
Kepakkan sayap terbanglah tinggi
Sambut dunia dengan hukum Ilahi

Fajar Muharam berjalanlah kini
Tiada yang dapat mencegah tuk berhenti
Tinggallah kita dapatkah tuk mengisi
Dengan amal perbuatan yang berarti

Banyaklah orang yang menanti
Uluran tangan dari orang yang bijak bestari
Yang berilmu dan mumpuni
Menyelasaikan urusan dunia dengan ilmu Qurani

Fajar Muharram sudah mulai melangkah
kini bergelayut dipelupuk mata
Masalah dunia takkan terpecah
Dengan hukum pidana ataupun perdata

Cobalah tengok sejarah para ambiya'
Yang tersurat dalam kalam Sang Maula
Manusia dicipta tuk beribadah
Mengambil pelajaran dari sejarah

Duhai sang waktu yang terus melangkah
detik demi detik,menit demi menit,jam demi jam,hari demi hari,minggu demi minggi,bulan demi bulan dan tahun berganti tahun
Adakah perubahan pada diri kita
Tuk selalu mendekat pada Sang Pencipta

Selasa, 08 Desember 2009

Wajah Peradilan Kita

Kasus Prita yang sudah difonis bersalah dan dikenai denda Rp 204 juta,inilah kalau keadilan dialami oleh rakyat jelata dan tak berduit, maka sekarang yang bicara rasa keadilan rakyat yang ada dibawah.
Koin partisipasi,atau koin keadilan mengalir deras mulai dari tukang becak sampai anggota dewan terus berdatangan.Sekrang bagaimana hati nurani dari sang Hakim yang telah memfonis Prita,apakah sama dengan hati rakyat kebanyakan,inilah wajah peradilan kita . Memang sekarang ini kita tidak dapat berbicara banyak,kita mempunyai Sang Presiden yang tampil menawan dan pandai berorasi dalam menyambut datangnya hari anti korupsi,ia mampu berbicara 30 menit denga lancar meskipun ada kesalahan kecil dalam menyebut kata "Korupsi". Tapi apakah ia mampu membela ketidak adilan yang dialamileh rakyat jelata,rakyat yang pada pemilu lalu memilih dia,rakyat yang mengeluh-elukan ketangannya saat ia berkunjung ke suatu daerah di Indonesia.
Coba kita ingat lagi kasus pencirian coklat yang terjadi di Jawa Tengah yang dialami oleh seorang ibu yang sudah uzur,atau kasus pencurian buah semangka,apakah iniakan memenuhi rasa keadilan rakyat. Apakah ini akan berlangsung terus sampai akhir zaman atau hanya pada saat ini saja ?
Hanya Allah yang tahu.

Senin, 07 Desember 2009

Dik RIRIN

Email dari adik kelas waktu SPG sangat mengesankan, yaitu dari adik RIRIN. Ia sekarang berdomisili di jakarta dan menjadi dosen di PG PAUD.Betapa keberhasilan itu tidak datang dengan tiba-tiba,adik Ririn ini juga banyak mengalami liku-liku untuk sampai di Jakarta. Ini membawa pelajaran tersendiri dari aku untuk senantiasa belajar dan belajar. Terima kasih untuk semua yang telah mengapresiasi kemajuan ini denga positif,tidak mudah putus asa ataupun lelah mengahadapi kenyataan yang semakin runyam ini, meskipun karena email Prita kena sangsi hukum denda 204 juta.Betapa tidak adilnya hukum manusia ini.Padahal kita semua tahu bahwa kita sebagai konsumen sering dirugikan oleh fihak yang semestinya memberikan pelayanan karena kita harus bayar,tapi kenyataannya setelah kita komplen karena antara janji dengan kenyataan tidak sama justru kita yang kena hukuman.
Coba kita bayangkan dengan Si Anggodo yang bisa bernafas lega meskipun hasil penyadapan KPK ada pembicaraan yang bernada miring. Tapi kini rakyat dapat membaca semua tanda yang ada siapa yang dholim dan siapa yang didholimin. Dunia berputar dengan pasti tak selamanya yang berkuasa itu diatas,kita lihat bagaimana penguasa Orba itu turuntahta akibat tuntutan masyarakat banyak. Kalau sejarah ini ingin berulang ya silahkan saja teruskan kedholiman ini merajalela.

Pertemuan dengan Aris Sugiono

Silahturahmi Singkat Dengan Aris Sugiona
Hari Senin,tanggal 7 Desember 2009, pukul 15.00 WIB. Soere itu waktu aku member pelajaran tambahan pada anak-anak kelas III dan IV SD,ada suara memanggil dari luar yang menyebut namaku. Suara itu mengiatkanku pada seseorang yang sudah lama kukenal. Ia menyapa : “Hei Yan lali gak awakmu karo aku ….? “,akupun menyapa dengan logat Surabaya yang kental, “Hei awakmu Ris, jare awakmu neng RRC ?,ayo.., masuk masuk ! “. Aku mempersilahkan masuk teman semasa kecilku tersebut yang datang bersama Istri dan anak semata wayangnya. Ia masuk duduk lesehan di lantai besama-sama. Kami mulai bercengkerama berbicara tentang masa kecil dan pengalaman dia waktu di RRC. Ia menceritakan bagaimana kondisi di RRC dan sedikit budaya orang asli sana tentang kehidupan. Orang Cina sangat menghargai kehidupan,mereka sangat sederhana pola hidupnya,meskipun teknologi disana berkembang sangat pesat. Ia juga bercerita bagaimana sisten pendidikan di RRC yang sangat manual dan sederhana untuk anak-anak setingkat SD,menulis masih menggunakan kapur,akan tetapi etos kerja mereka sangat tinggi. Ia juga bercerita bahwa disana Islam pengikutnya juga sangat banyak,masjid banyak berdiri,jangan dikira di RRC masjid sangat sedikit. Ya… itulah gambaran tentang RRC yang diceritakan oleh temanku tersebut.
Disamping kami bercengkerama tentang pengalaman ia tentang pekerjaannya, yang ternyata ia pernah juga jadi PNS yang akhirnya ia tinggalkan dan melamar pada perusahaan Multi Internasional yang kantor pusatnya ada di London Inggris, perusahaan tersebut bergerak dalam bidang perkapalan.Oleh perusahaan tersebutlah ia di kirim ke RRC untuk memperdalam ilmu tentang perkapalan.
Kami juga sempat ngobrol tentang teman-teman yang lainnya semasa belajar kelompok yaitu : Ita anak Sawah Pulo yang masih tetap kerja di Indosat Jakarta, Sri Indah yang menjadi Dosen Unair, sekarang melanjutkan S 3 di UGM, Erlini anak Wonosari Besar yang sekrang mengajar di SMPN 15 Surabaya,Dian Glorivita Purnama Sari yang sekarang tak tahu rimbanya. Bahkan Aris dan Indah sering kontak lewat dunia maya Facebook. Bahkan Si Erlini sempat mengerjai Indak karena Erlini tidak percaya kalau anaknya Indah sekolah di SMPN 15 tersebut,Erlini membuat surat panggilan untuk orang tua murid tersebut. Indahpun terkejut,ada apa kok sampai ia dipanggil BP di sekolah anaknya,dan ternyata memang anak tersebut adalah anak dari Sri indah,wah dasar Erlini…..!
Disela pembicaraan tersebut aku sempat juga bercerita tentang teman sekampung kami,teman semasa SD yaitu Sri Minarni,aku katakan padanya bahwa sekarang ini kami satu kelas lagi karena mendapat bea siswa dari Pemkot Surabaya”.Lho, bukanya Sri itu guru SMP !”,”Iya, tapi pengangkatannya jadi PNS menggunakan ijasah SPG,jadinya ia menjadi guru SD “,kataku padanya.”Oh…begitu” timpal Aris. Ya… masih banyak sih cerita yang kami obrolkan tapi untuk detailnya aku sendiri agak kikuk menceritakan karena dalam obrolan tersebut kami sering menggunakan bahasa Jawa dialek Suroboyo.
Aris teman semasa kecil ternyata sekarang sudah merambah dunia internasional,kami yang berasal dari kampung terpojok di Surabaya,yaitu di Bulaksari kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir . Ada yang mencuat ke luar negeri terutama di negeri Tirai Bambu.