Jumat, 29 Juni 2012

Surau Tersedia

Surau sebelah melantunkan panggilan
Mengetuk hati bagi yang mau membukanya
Diajak bertamu menemui Sang Tuan Dari Segala Tuan
Bercengkeramah membuka jati diri
Tak ada tabir untuk berkeluh kepada-Nya
Dia jauh tidak berjarak
Dia dekat tidak bersentuhan
Dia ada lebih dekat dari urat nadi yang ada
Dia Maha menerima apa yang mau dibicarakan
Dia tak pandang pendosa ataupun ulama
Asalkan mau bermunajah pada-Nya

Surau sudah tersedia
Sajadah telah digelar
Tinggal kemauan hati untuk bersanding
Membuka diri menerima kehadiran-Nya
Tak mendukan-Nya
Tak mendustakan-Nya
Tak bermuka dua pada-Nya
Berkata apa adanya
Karna Dia tahu apa yang ada dalam dada
Dia tahu apa yang tersembunyi pada diri ini
Dia tak bisa dikelabui
Dia tahu akan apa yang dinyatakan dan disembunyikan

Surau membuka pintu untuk semua
Air penyuci ada disebelah
Migrob ada di depan
Tinggal menunggu sang imam
Melantunkan bait-bait suci dari Sang Pemilik
Merengkuh Kebijakan
Merengkuh kedaimaian
Tuk kembali ke muasal

Selasa, 26 Juni 2012

RINDUKU

Rinduku akan keadilan seperti bayi yang merindukan air susu ibu

rinduku akan kejujuran seperti bumi yang merindukan hujan

rinduku akan kedamaian seperti padi yang merindukan belaian angin mendesir

rindukan akan kemerdekaan seperti rindunya sang musafir melepas dahaga



rinduku akan kemajuan negeriku seperti tanah gersang yang membutuhkan guyuran hujan

rinduku pada ilmu pengetahuan seperti serangga yang mencari seberkas cahaya

rinduku pada persatuan seperti tumbuhan yang membutuhkan pupuk dan persemaian

rinduku pada kehormatan negeriku tak bisa ditawar-tawar



inilah rinduku

rindu anak negeri

negeri yang kaya akan tetapi merana

negeri yang penuh problematika

negeri yang para koruptornya bisa melanglang ke negeri seberang

negeri yang memberi remisi pada penyelundup narkoba

negeri yang penuh intrik diantara pemimpinnya

Kamis, 21 Juni 2012

NYANYIAN SUNYI

Nyanyian sunyi itu terdengar lagi.
rumpun bambu yang biasanya berdesah, kini ia sunyi.
angin yang biasanya menndayupun kini berhenti
ia tak mau tuk bersua lagi
ia merajuk, kerana merasa dikhianati
ia tak menyadari apa yang sebenarnya terjadi
gesekan yang biasanya minimbulkan bunyi
kini seakan tak terjadi
relung sepi kini mengelayuti
kini rumpun bambupun tak menunjukkan jati diri
hampa, sunyi, sekan 4 tahun tak punya arti
lima sahabat yang biasa bercanda bersama kini tak punya makna
semua cerita berlalu begitu saja
kosong, bak nilai tak bercerita
senyum itu telah hilang
tawa itu tak terdengar
saling menjaga jarak nampak teronggok di pelupuk mata
inikah arti orkestra yang telang disenandungkan bersama selama 4 tahun bersama
hilang oleh letupan kicil bunyi yang tak harmoni
mana torehan sejarah yang akan dilukiskan
mana nada-nada indah yang pernah dilantunkan
mana kebersamaan ketika di meja makan atau di bangku pembelajaran
mana seremoni kebersamaan yang biasa disakralkan
kini setalah empat tahun berlalu, dan bunyi gong akan bertalu
menjadi sunyi,sepi, seakan semua tak terjadi
kalau ini sebuah orkresta sejenak, kenapa dulu dimainkan
kalau ini sekedar drama yang dipentaskan, kenapa tragedi yang ditampilkan
ini moral atau sekedar bayangan.
ini masalah nurani tuk saling mengerti, memahami bahwa insan ini tak sempurna
beribu nada maaf telah terucap
kan tapi tak berbalas
hilang bak ditelan sunyi


Jumat, 08 Juni 2012

YUDISIUM ANGKATAN II 2011-2012

Hari Jumat, 8 Juni 2012 pukul 13.00 WIB di ruang auditorium UNESA sekitar 302 mahasiswa PGSD  mengikuti acara yudisium. Dari peserta yang berjumlah 302 orang tesebut hanya 1 mahasiswa yang terpilih sebagai mahasiswa berprestasi yaitu saudari Siti Romlah dari PGSD angkatan 2008 dengan IP. 3,76.

Acara itupun berlangsung cukup meriah ketika Bapak Dekan memberikan sambutan dan memberi motivasi bagi para yudisiawan dan yudisiawati untuk dapat berkripah di masyarakat kelak. Beliau memberi arahan bahawa jaket almamater dapat dilepas, akan tetapi almamater dari lembaga akademik yang telah disandangnya tidak dapat dilepas, oleh karena itu sebagai alumni UNESA hendaknya para alumni dapat menjaga nama baik almamater dan dapat mengembangkan semua ilmu yang telah didapat selama ini.

Sebagai insan-insan yang telah digembleng dan dibekali dengan ilmu kependidikan, hendaknya para alumni lebih berkiprah di dunia mendidikan sesuai dengan profesinya masing-masing. Karena tantangan kedepan untuk dunia pendidikan  semakin komplek. Masyarakat menuntut adanay pendidikan yang berkualitas bagi generasi yang akan datang, untuk itulah Unesa sebagai Universitas yang menelorkan para pendidik khususnya di Surabaya harus dapat menjawab tantangan tersebut.

Pda acara tersebut ada sedikit berita duka yang disampaikan oleh skretaris kajur PGSD yang disampaikan oleh Bapak Julianto, bawah ayah dari Bapak Supriyono selaku kajur PGSD, meninggal dunia. Untuk itu para yudisium diminta berdoa untuk arwah ayah dari Bapak Supriyono, Bapak Julianto sempat menetaskan air mata karena tak tahan denga kesedihan tersebut.

Selesai acarapun teman-teman melampiaskan kegembiraanya dengan saling bersalaman dan berfoto bersama.