Sabtu, 02 Juni 2018

LIPUTAN JAWA POS 2 JUNI 2018


SDN Tanah Kalikedinding I/251 tahun ini mendapat penghargaan sekolah Adiwiyata tingkat Kota Surabaya. Inilah penghargaan yang mempunyai nilai tersendiri di bidang lingkungan karena kegiatan ini adalah kegiatan berjenjang mulai dari seleksi tingkat kota, propinsi, nasional dan mandiri.

Ini adalah sebuah langkah awal untuk merubah pola pikir warga sekolah untuk mengkaji ulang tentang proses pembelajaran yang terintregrasi dengan lingkungan. Inilah saatnya untuk berbenah bagaimana suatu pendidikan yang mengaplikasikan antara teori dan fakta lapangan. Semua stakeholder mempunyai peran yang lebih besar untuk mewujudkan sekolah adiwiyata yang betul-betul peduli terhadap lingkungan.

Sekolah adiwiyata bukan sekedar label, tapi sebuah gerakan yang mengoptimalkan semua instrumen lingkungan sekolah sebagi pembelajaran yang terintregasi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Disini di tutut kretifitas yang lebih dan semua kegiatan dapat di pertanggungjawabkan dengan cara didokumentasikan.

Dalam sekolah adiwiyata ini semua stakeholder mulai dari Kepala Sekolah, dewan guru, murid, Komite Sekolah, Wali muris, dan Masyarakat sekitar mempunyai peran yang penting, semua harus saling mendukung untuk mewujudkan sekolah yang betul-betul peduli kepada lingkungan. Semua itu akan berdampak pada para siswa yang belajar di sekolah tersebut untuk membentuk karakter yang peduli terhadap lingkungan yang nantinya di aplikasikan ke masyarakat.

IBU


Sosok Ibu 

Saya tidak tahu dengan ibu yang satu ini.
Terbuat dari apakah hatinya ?
Seberapa tegarnya menghadapi ujian dalam memimpin Surabaya yang keras ini
Sejauh mana wawasannya sampai menembus peradapan dunia sehingga Surabaya mendapat berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional
Semua dihadapai dengan dada yang lapang dan senyuman, walau kadang dengan tetesan air mata tat kala Surabaya dikoyak oleh terorisme, itupun beliau terjun langsung ke lapangan.
Sekuat apakah tangan dan lengan memegang beban berat warganya yang beraneka ragam
Seberapa kuat kakinya melangkah menyusuri kali dan got yang ada di seantero Surabaya
Sungguh luar biasa, meskipun begitu ibu ini masih memberikan beberapa penghargaan kepada warganya yang berprestasi.
Ketika bersalaman dengan beliau jantung ini terasa bergetar dan luluh hati ini melihat senyum tulus tanpa rekayasa.
Semoga sehat selalu dan berkah untuk Ibu yang satu ini 

DIAM

DIAM


Diam bukan berarti tak mengerti apa-apa
Diam bukan berarti menghentikan masalah yang ada
Diam bukan berarti membiarkan sesuatu yang menyala
Diam adalah bentuk perenungan mendekati Tuhannya

Kalaulah diam kau anggap salah
Cobalah bertanya dalam diri yang sudah lelah
Janganlah suka menyerah untuk kalah
Semua manusia punya banyak masalah

Debu ini memang tak tampak di mata
Tapi seribu debu akan menggumpal merusak panorama
Cobalah diam.....sejanak gerakkan jiwa untuk berkaca
Hembusan nafas satu-persatu dengan berlahan akan mencapai pesona

Diam bukan berarti tidak berkarya
Dalam diam terdapat seribu rahasia
Dalam diam mencari solusi membuka cakrawala
Dalam diam mencari jalan menuju Sang Maula

Dalam diam ada puja dan puji pada Sang Pencipta
Dalam diam keheningan akan menemukan jalannya
Dalam diam seribu makna memang menjadi tanda tanya
Karena dalam diam bukan berarti menyerah



Surabaya, 2 Juni 2018

Selasa, 27 Maret 2018

ADA MASANYA


SAAT MASIH ANAK-ANAK BERKUMPUL BERSAMA

Ada saatnya, ada masanya untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi masing-masing. Seperti ilah ketika anak-anak masih kecil, mereka sangat memikat hati, tiada hari untuk senantiasa mengingatnya, apa yang ia minta selama kita punya akan diupayakan. Ya......anak-anak adalah sesuatu yang luar biasa bagi orang tua. Mereka merupakan harapan yang senantiasa memberi semangat untuk menjalani hari-hari dengan penuh suka cita.

Inilah masanya saat anak-anak dalam masa pertumbuhan. wajah-wajah ceria senantiasa menghiasi mereka, bermain bersama, meskipun kadang suara tangis terdengar karena rasa usil dari salah satu dari merka karena sesutu hal yang bersifat sementara, sesudah itu merekapun tertawa bersama. Inilah masanya yang tidak akan terhapus oleh hal-hal yang semestinaya bukan prinsip. Mereka adalah pengikat hati yang tak akan terpisahkan oleh apapun, karena dalam diri mereka da darah yang mengalir dari ayah dan ibunya.

Orang tua semestinya berfikir ulang bila melakukan hal-hal yang dapat mencederai jiwa dan perasaan mereka, mereka membutuhkan sentuhan cinta yang tiada batas, karena dengan cinta itulah mereka tumbh dengan positif. Inilah saat-saat yang semestinya menjadi kaca benggala bagi orang tua untuk masa depan mereka. 

Memang sesuatu pasti ada masanya, ada waktunya bagi merka untuk meninggalkan orang tua menuju kehidupan pribadinya, tapi bukan berarti mereka terpisah secara kekeluargaan, mereka terikat oleh kekeluargaan. Dengan cinta mereka akan merasa da ikatan batin dari buah cinta itu sendiri.


Senin, 26 Maret 2018

LELAH


Kadang badan, pikiran, jiwa terasa lelah menyerang secara tiba-tiba. Energi seakan habis , mata mengatuk minta istirahat, akan tetapi terpejam seakan sulit. Semua terasa berkeringat, sumpek bahasa sederhananya. Inilah motivasi saatnya bekerja. Hanya harapan untuk bertahan yang dapat menutupinya. Dalam kondisi semacam ini seakan kejenuhan datang menghampiri, untuk apa semua ini. Akan tetapi Harapan untuk berbuat baik itulah yang mengalahkan keletihan ini. Manusia tak lepas dari kekurangan, inilah sebabnya harus ada semangat yang selalu melekat dalam jiwa yang rapuh agar kuat kembali.

Ya......Manusia mempunyai sisi gelap dan terang, antara bayangan dan kenyataan, bayangan sesungguhnya adalah tidak nyata, ia adalah hasil dari pancaran cahaya yang terhalang, sedangan jatidiri itulah sebenarnya yang nyata dan cahaya itu sendiri yang nyata, akan tetapi bila intensitas cahaya terlalu terang maka akan menjadi silau melihatnya. Inilah realita manusia yang sebenarnya, ia adalah makhluk yang luar biasa untuk dapat bertahan hidup dalam kesulitan apapun, hanya takdir yang menentukan apakah ia bisa bertahan atau kandas dalam fatamorgana.

Semangat untuk senantiasa hidup berbuat sesuatu yang positif, itulah yang menjadi pemicu untuk bisa menjalani hari demi hari dengan langkah yang pasti, semua berjalan sebagimana adanya. Iringan doa melantun yang membuat suasana hati yang rapuh kuat kembali, semua tinggal menjalani, apapun yang terjadi, Tuhan sudah menggariskan, tinggal doa dan usaha yang tiada putus asa yang memberikan suasana hati segar kembali.

Ketika memasuki fase usia uzur, memang banyak hambatan dan godaan, banyak hal yang tak terduga menghampiri, pasangan hidup yang semestinya menjadi menyemangat, justru membuat sesuatu yang menyebabkan keletihan ini bertambah. Situasi yang semestinya enjoy untuk istirahat, justru menyerang sampai keulu hati. Inilah petaka kecil yang kadang bisa menghancurkan kepercayaan. Hanya bersandarkan keyakinan dan doa pada Tuhan semua bisa diselesaikan, karena Tuhan tahu apa rencana yang terbaik bagi hambanya yang lemah ini.

Secangkir kopi memang nikmat sekali, diminum pelan-pelan dengan aroma khasnya, inilah kebesan Ilahi yang tersimpan dalam secangkir kopi. 


Sabtu, 10 Maret 2018

SATU TITIK KEMENANGAN

Aroma sepi menggelayuti
Seakan tercium sampai di ulu hati
Sepi......sepi.......kosong bagaikan tanpa isi
Semua hilang termakan pedih lirih di telan sunyi

Duhai hati yang meronta
Pada siapa engkau akan bertanya
Semua akan terjawab sudah
Jikalau saksi tak bisa membantah

Duhai mata tebelalak tapi buta
Tak tahu apa arti goresan warna
Semua seakan hitam tak punya makna
Hanya penilaian diri satu saja

Duhai usia yang semakin senja
Tiadakah engkau semakin matang untuk bertanya
Bertanya tentang makna hidup sebenarnya
Menuju langkah menghadap-Nya

Kalaulah angin berhembus pelan
Carilah jalan yang teraman
Langkah awal sangat menentukan
Menuju satu titik kemenangan

KESUNYIAN DIRI

Dalam keheningan malam
Wajah suram diterjang kelam
Kalau hati gundah tiada makna
Apalah arti hidup sebenarnya

Ketika jam dinding berdetak
Apalah arti hidup dalam congkak
Tiada makna yang tertoreh indah
Hati terbelah sangatlah mudah

Dalam keheningan malam
Detak jantungpun terasa karam
Semua seakan tak punya arti
Jika hati terasa sunyi

Zaman kian berubah
Selayaknya memakai jubah
Perlindungan hanya yang kupinta
Hanya ada pada Sang Maula

Ini saatnya bukan untuk sembunyi
Nyinyir sana atau nyinyir sini
Tunjukkan jadi diri
Tuk mencari ridho Ilahi

Di keheningan malam
Wajah sunyi tak bisa disembunyikan
Tak kan hilang goresan insan
Tuk menuju Sang Pencipta alam