Senin, 24 Februari 2020

REFRESING KE SEMARANG, MASJING AGUNG SEMARANG




Semarang, 1 Pebruari 2020, ada waktu lunag. Kesempatan ini kami gunakan untuk mengunjungi saudara yang hampir 10 tahun tak ketemu. Yaitu keluarga dari Pakle yanto, pertama kali kami turun di stasiun Poncol semarang dan di jemput oleh Adik Anton. Saat itu kami naik kereta api kelas ekonomi. Kali ini saya bersama istri hanya berdua. Sesampai di semarang kami bermalam di rumahnya adik Anton di Semarang Kota Lama.

Pada Esok harinya baru saya menuju desa Sedayu, Tegowanu, Grobokan, Purwodadi Jawa Tenggah. Desa yang lama sekali kami tak berkunjung, nah distulah ka,i bermalam di rumah Pak Lek Yanto, beliau mempunyai 6 anak , 4 cowok dan 2 cewek, yang cewek bernama Fitri dan Novi, sedang yang cowok yaitu Anton, Uut, Wawan dan Bagas. Anton adalah anak sulung, dia bekerja di swasta bagian perawatan tower seluler. 

Menjelang kembali ke Surabaya tanggal 2 Pebruari 2020 kami dijemput sama Anton untuk jalan-jana di Masjid Agung Semarang dan ke Lawang Sewu bersama keponak yaitu Wawa dan Fadhil. Ya... ityulah keseruan kami saat berada di Masjid Agung Semarang


FAMILY TREE PALANTING DI BOZEM WONOREJO

50 BIBIT TANAMAN MAHONI SIAP DI TANAM DI BOZEM WONOREJO

PERTIWI EKA PUTRI, FATKHIA, SEPTA, OKTAVIA DAN DEWA SIAP MELAKUKAN AKSI TANAM POHON

11 ANAK YANG AKAN MENGIKUTI KEGIATAN DI BOZEM WONOREJO
Vian, Oktavia, Fia, Septa,Lintang Arimby Langga, Alicia, Ais Nata dan Fatkhia siap berangkat ke Bozem Wonorejo mengikuti acara Family Tree Planting  yang diadakan oleh Tunas Hijau Indonesia dan Pemerintah Kota Surabaya, didukung oleh Grand Mecure Hotel Surabaya

Foni Sundaram bersama teman-temannya mulai membuat lubang tanam di tepi bozem Wonorejo

Foni Sundaram sudah memulai tanam pohon mahoni yang ada dan menekat tanah agar pohon tidak mudah tumbang bila tertiup angin

Pertiwi Eka Putri Handayani juga sudah memulai tanam pohon mahoni

Oktavia juga sudah memulai tanam di tepi bozem

Inilah 11 Laskar Arkensi yang peduli terhadap lingkungan. Mereka senantiasa bekerja secara gotong royong. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 16 Pebruari 2020 pada hari Minggu

SALAM BUMI, PASTI LESTARI

Jumat, 08 November 2019

MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN 2019






Surabaya, 8/11/2019. Bertempat di halaman SDN Tanah kalikedinding I/251 Surabaya, semua warga besar Arkensi memperingati hari Pahlawan 2019. Hari ini disi dengan berbagai acara, ada kirab keliling kampung dan lomba senam poco-poco yang di ikuti oleh semua peserta perwakilan kela 4-6.  Inilah gaya dan aksi para guru dengan kostum ala pahlawan. tapi kebanykan mereka mengenakan pakian doreng ala tentara masa kini.







PENYEMATAN SELEMPANG PANGERAN DAN PUTRI LINGKUNGAN HIDUP 2019









Surabaya, 6/11/2019 bertempat di rumah dinas Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini, 3 anak finalis Pangput 2019 dari SDN Tanah Kalikedinding I/251 Surabaya yaitu Lintang Arimbi Langga, Foni Sundaram dan Dewa menerima penyepatan selempang pangput 2019 langsung dari Ibu Risma. Mereka semua didampingi oleh orang tuanya masing-masing dan guru pembina lingkungan. Mereka diterima oleh Ibu Rimas mulai pukul 13.30 sampai pukul 15.00. 

Sangat menarik seklai pertemua para finalis pangput yang berjumlah seluruhnya adalah 60 anak. 30 anak dari tingkat SD dan 30 siswa dari SMP. Cerita-cerita menarik datang dari lisan mungil mereka. banyak proyek-proyek dari potensi sampah dan dibuat sesuatu yang menarik. Foni Sundaram mempunyai foyek pemanfaatan kulit kerang menjadi berbagai hiasan dan tempat tissu. Lintang Arimbi Langga mempunyai proyek daur ulang kardus dan botol menjadi aneka tempat pensil atau mainan miniatur rumah atau mobil-mobilan. Dewa mempunyai proyek pemanfaatan karung beras menjadi tas syantik.


Para finalis pangput ini nantinya akan mengikuti grand final yang akan diadakan pertengahan bulan ini di Graha Sawunggaling.


















Senin, 16 September 2019

SELEKSI PANGPUT TAHAN II SD TAHUN 2019

Bertempat di SMPN 12 Surabaya seleksi Pangput LH 2019 diadakan. Pada Tahan II ini SDN Tanah Kalikedinding I/251 mengirimkan pesertanya yaitu :

1. Foni Sundaram
2. Pertiwi Eka Putri Handayani
3. Lintang Arimbi Langga
4. Dewa
5. Fitri
6. Oktavia
7. Rifqi Amrullah

Dari ke 7 peserta tersebut ternyata yang lolos ke tahan III hanay 5 peserta, yang tidak lolos yaitu Okta dan Fitri sedang yang lainnya dapat melanjutkan proyeknya dan aktif dalam kegiatan lingkungan untuk mengikuti pameran pada tahan III nanti dai kebun Bibit Bratang Surabaya.

Senin, 29 Juli 2019

BERKUNJUNG KE HOTEL GOLDEN TULIP LEGAZY SURABAYA






Beberapa hari yang lalu kami para penggiat lingkungan hidup yang tergabung dalam Tunas Hjau Indonesia mendapat kesempatan untuk berkunjung di Hotel Golden Tulip Legazy Surabaya. Kami ditemui oleh Ibu Maya selaku General Promosi. Kami di jamu di salah satu runag yang cukup representatif untuk mengadakan metting dengan semua anggota yang tergabung dalam "GOES TO BALI 2019". kami membahas rencana tindak lanjut dari kegiatan waktu di Bali bulan Juli lalu. Sungguh jamuan yang cukup ramah dari fihak hotel karen kami juga dirahkan oleh Mbak Nanas salah satu Mahasiswi Petra yang lagi magang di Hotel tersebut.

Mas Roni selaku Presiden Tunas Hijau Indoneisa memulai acara metting dengan beberapa sanbutan kemudian acara revieu tentang kegiatan di Bali. Setiap peserta menceritakan kesan-kesannya selama di Bali. Asyik juga kegiatan ini.

EKSOTISME DESA PENGLIPURAN PULAU DEWATA







Desa Penglipuran di Bali, sangatlah sederhana, akan tetapi dari kesederhaan tersebut terpancar keunikan warganya yang senantiasa menjaga kebersihan kampungnya. Semua rumah tertata dengan rapi dengan denah rumah yang sama untuk tiap keluarga. Setiap rumah ada tempat ibadah keluarga, Balai, dapur dan rumah induk keluarga. Inilah kultur yang dirawat dan dilestarikan secara turun menurun sehingga terjaga sampai sekarang.

Desa Penglipuran ini merupakan desa yang masuk dalam cagar budaya Internasional dan dilindungi oleh PBB melalui UNESCO. dan merupakan desa terbersih ke 3 seluruh dunia. Untuk masuk ke desa tersebut harus melalui prosedur adat yang telah ditentukan, sepeda motor atau kendaraan roda empat harus parkir agak jauh dari desa tersebut, semua harus jalan kaki untuk menikmati keindahan desa Penglipuran tersebut.

Inilah beberapa spot foto yang dapat kami ambil baik di kampung atau di salah satu rumah warga Desa Penglipuran. Inilah eksotisme tempat tersebut

REFRESING KE SEMARANG, MASJING AGUNG SEMARANG

Semarang, 1 Pebruari 2020, ada waktu lunag. Kesempatan ini kami gunakan untuk mengunjungi saudara yang hampir 10 tahun tak ketemu...