Kamis, 24 Agustus 2017

PERLU IMPROVISASI



Dalam hidup yang menjalani rutinitas ini perlu adanya improvisasi untuk menghindari kejenuan, tentu saja improvisasi yang dimaksud haruslah yang positif. Pada sela-sela waktu mengajar atau jam istirahat perlu adanya komunikasi santai dengan siswa atau dengan warga sekolah sehingga terbangun keluwesan dalam pergaulan antara siswa dengan guru atau dengan warga seklah lainnya. Inilah salah satu budaya yang dikembangkan di Sekolah kami.

Improvisasi lainnya yang nampak adalah adanya variasi penggunaan seragam sekolah, perlu adanya variasi lain yang bersifat tidak formal atau bahkan bersifat etnik, inilah yang saya coba untuk mengurangi rutinitas seragam abu-abu denga seragam etnik Cak Suroboyo, sebagaimana yang baru-baru ini dilakukan oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo pada peringatan hari Kemerdekaan RI ke 72, beliau dapat memecah rutinitas suasana dengan mengenakan busana daerah yang beraneka macam. Sungguh luar biasa ide-ide breilian yang sedrhana tapi memesona.

Selasa, 15 Agustus 2017

BERSAMA PARA ALUMNI SDN KEDINDING I-251






Kadang waktu berjalan tak terasa, sudah hampir tiga tahun yang lalu ketika mereka duduk di bangku kelas 6, sekarang mereka sudah berada di bangku SMP kelas 9, seakan kemarin sore mereka bersama belajar di bangku sekolah. 

Keadaan ini kadang membawa memori tersendiri bagi anak-anak yang dudah mulai beranjak dewasa, mereka sudah tumbuh sesuai dengan linkungannya, ada yang tingginya melebihi gurunya waktu SD. merekapun sudah menjadi pribadi yang penuh dengan kenangan dan cerita. Mereka memberikan kesan tersendiri. Ketika mereka bertemu dan bertukar cerita maka yang ditanyakan pasti kenangan masa di SD dan beberapa hal yang menjadi kenagan mereka.

Inilah kebersamaan bersama alumni SDN Tanah Kalikedindng I-251 angkatan tahun 2015 yang kadang sudah lupa nama mereka satu persatu.

MENERIMA BENIH LOMBOK DARI TUNAS HIJAU


Dipicu oleh tingginya harga lombok pada medio pekan menjelang lebaran, Tnas Hijau Indonesia bekerja sama dengan salah satu komunitas membaca Surabaya membagikan benih lombak kepada penggiat dan aktivis lngkungan yang ada di Surabaya. kegiatan tersebut juga didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pada saat itu saya menerima sekitar 400 benih lombak siap tanam.

Senin, 14 Agustus 2017

GREBEK PASAR







Grebek pasar adalah salah satu kegiatan peduli lingkungan untuk memanfaatkan sampah organik yang ada di pasar-pasar tradisional untuk diolah menjadi pupuk organik lewat media takakura. Disini para kader lingkungan dari SDN Tanah Kalikedinding I-251 bersama pembina lingkungannya menuju salah satu sasaran pasar tradisioanla yang berada dekat sekolah.

Setelah sampai di pasar tradisioanla yang ada di dareah Bulak Rukem Timur para kader langsung menghubungi para pedagang sayur mayur yang baisanya membuang sisa-sisa sayur yang sudah tidak terpakai. dari sisa-sisa tersebut maka dikumpulkan dan dibawa kesekolah untuk diolah menjadi pupuk organik. biasanya sampah yang terkumpul sampai 100 Kg dan adpat diolah mejadi 50 Kg pupuk organik.

Kegiatan ini untuk mengasah kepekaan sosial tentang sampah, tidak semua sampah harus dibuang begitu saja tetapi dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bermanfaat. inilah sampah yang dapat diubah menjadi rupiah lewat pengolahan menjadi pupuk organik

MENANAM POHON MAGROVE DI WONOREJO






Pembelajaran tak selamanya di dalam kelas, para siswa SDN Tanah Kalikedinding I-251 Surabaya mengaplikasikan ilmunya di alam nyata, yaitu menanam pohon magrove sebagai wujud nyata cinta lingkungan dan melestarikan sumber daya alam yang ada di laut. Dengan menanam pohon mangrove maka biota laut dapat terselamatkan, habitanya semakin berkembang dan tidak rusak oleh tangan-tangan jail.

Kegiatan ini atas kerjasam dengan UNAIR dan Tunas Hijau Indonesia dalam rangka memperingati hari Bumi. Kelestarian lingkungan tergantung dari tangan-tangan manusia. Harus ada upaya nyata untuk menyelamatkannya. 1000 pohon magrove dapat tertanam di tepi pantai taman magrove Wonorejo Surabaya.

PROFIL GURU-GURU SDN TANAH KALIKEDINDING I-251






Setelah mengadakan upacara bendera tiap tanggal 17 tiap bulan para dewan guru mencoba mengekpresikan diri dengan foto bersama mengenakan seragam Korpri. Dengan berbagai gaya mereka tampil bersama-sama untuk mewujudkan Visi,Misi dan Tujuan bersama membangun sekolah yang berbudaya mutu. 

BELAJAR MENCINTAI LINGKUNGAN




Bersama Tunas Hijau Indonesia, Gerakan Pramuka Kwarda Jatim, US Army dan TNI AL para siswa SDN Tanah Kalikedinding I-251 membuat lubang resapan biopori di Jl. Kertajaya. Kegiatan kolaborasi ini akan menumbuh kembangkan rasa cinta lingkungan sesuai dengan darma Pramuka yaitu "Cinta Alam dan kasih sayang sesama Manusia" . Disinilah akan terbentuk jiwa-jiwa yang selalu peduli terhadap kelestarian alam. Apalagi kegiatan ni melibatkan banyak orang yang menimbulkan interaksisosial diantara mereka sebagiman ayang terlihat dalam foto tersebut di atas.

para siswa  SDN Tanah kalikedinding I-251 tidak canggung bertemu dengan berbagai kalangan seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Bapak Syaifullah Yusuf, Komndan Kadet TNI AL, US Army dan berbagai kalangan lainnya. Hal inilah yang membentuk karakter mereka, belajar di alam langsung dan melakukan interaksi sosial.