Rabu, 11 Oktober 2017

TERASA HAMBAR DIRASA

BILA RASA CINTA TELAH BERLALU
RASA HAMBAR YANG ADA
BILA KEBEKUAN DATANG MENUNGGU
TERASA SIA-SIA PENANTIAN YANG ADA
BILA HATI TIADA MENYATU
APALAH MAKNA YANG DI TUNGGU
BILA HANYA DIAM YANG TERASA
APA MAKNA DALAM PESONA

DUHAI MAHLIGAI YANG DISEPAKI
APAKAH AROMAMU TELAH SIRNA
DUHAI CINTA YANG TAKBERMAKNA
APA ARTI HIDUP BERDUA
DUHAI IKATAN SUCI YANG ADA
APA ARTI INI SEMUA




DI BULAN SHOFAR

40 HARI SETELAH KESAHIDANMU
WAHAI JUNJUNGANKU
PEDIH PERIH HATI PILU
INILAH BULAN SHOFAR YANG ADA DI PELUKANMU
YA IMAM........
DIKAU YANG DIJULUKI PEMUDA PENGHULU SURGA
DIKAU CUCU KESAYANGAN SANG BAGINDA
SYAHID TERHUNJAM PEDANG DI KARBALA
TIADA KEMANUSIAAN SI DURJANA
KEPALA TERPENGGAL TIADA TERSISA
OH........MANUSIA JENIS APA YANG TEGA MENGUJAMKAN PEDANG
MENEMBUS ULU HATI DI DADA
OH........MANUSIA JENIS APA YANG TIADA PERASAAN
MELEPAS ANAK PANAH KE SEKUJUR TUBUH SANG MAULA
DUHAI.....IMAM ......
DUHAI CUCURAN AIR MATA PARA PECINTA
PENDERITAAN YANG TIADA TERKIRA
INILAH DUKAKU, DUKA PARA PECINTAMU
DUKA PARA PERINDUMU
DUKA PARA PENGIKUTMU
DUKA 40 HARI DI BULAN SHOFAR
RINDUKU INGIN BERZIARAH PADAMU
MENEGUK SECAWAN DUKA YANG DIKAU TERIMA
MENEGUK SEBUTIR DERITA YANG DIKAU TERIMA
MENELUSURI JEJAK KEBERANIAN YANG TAIDA TARA
MENELUSURI JANTUNG-JANTUNG SANG BERDETAK TIADA HENTI DI KARBALA
DUHAI IMAM........
SALAM RINDUKU UNTUKMU
SALAM RINDUKU UNTUK PARA PECINTAMU
SALAM RINDUKU UNTUK PARA SYAHIDMU
SALAM RINDUKU UNTUK ZAHRAMU
SALAM RINDUKU UNTUK ZAINABMU
SALAM RINDUKU UNTUK SANG PAHLAWAN KARBALAMU

MENUNGGU WAKTU



KALA WAKTU TERUS BELALU
UJIAN SELALU DATANG TAK DI TUNGGU
WALAU HATI TERASA KAKU
KAN TAPI HATI TAK BOLEH BEKU

KADANG HATI TERASA TERHUNJAM
TERSAYAT PEDANG UJIAN YANG TERUS MENGHADANG
TIADA BERHENTI SILIH BERGANTI
MENCARI MAKNA HIDUP INI

DUHAI HIDUP YANG TERUS BERLALU
KUTUNGGU DI UJUNG AJAL PENANTIAN
WALAU SESAK DADA DIRASA
KAN TAPI KAN TETAP KUSANDARKAN DIRI INI PADA ILAHI

DUHAI HIDUP YANG PENUH AROMA
KADANG SESAK HIDUNG TERASA
KADANG PEKAK TELINGA OLEH SUARA
KADANG HATI SULIT MENERIMA
KAN TAPI AKAL HARUS PUNYA NALAR

DUHAI SIANG DAN MALAM SILIH BERGANTI
AKU TAK AKAN BERPALI DARI ILAHI
TUK BERSANDAR MENCARI PERLINDUNGAN
HANYA KEPADANYA AKU MEMINTA

Kamis, 24 Agustus 2017

PERLU IMPROVISASI



Dalam hidup yang menjalani rutinitas ini perlu adanya improvisasi untuk menghindari kejenuan, tentu saja improvisasi yang dimaksud haruslah yang positif. Pada sela-sela waktu mengajar atau jam istirahat perlu adanya komunikasi santai dengan siswa atau dengan warga sekolah sehingga terbangun keluwesan dalam pergaulan antara siswa dengan guru atau dengan warga seklah lainnya. Inilah salah satu budaya yang dikembangkan di Sekolah kami.

Improvisasi lainnya yang nampak adalah adanya variasi penggunaan seragam sekolah, perlu adanya variasi lain yang bersifat tidak formal atau bahkan bersifat etnik, inilah yang saya coba untuk mengurangi rutinitas seragam abu-abu denga seragam etnik Cak Suroboyo, sebagaimana yang baru-baru ini dilakukan oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo pada peringatan hari Kemerdekaan RI ke 72, beliau dapat memecah rutinitas suasana dengan mengenakan busana daerah yang beraneka macam. Sungguh luar biasa ide-ide breilian yang sedrhana tapi memesona.

Selasa, 15 Agustus 2017

BERSAMA PARA ALUMNI SDN KEDINDING I-251






Kadang waktu berjalan tak terasa, sudah hampir tiga tahun yang lalu ketika mereka duduk di bangku kelas 6, sekarang mereka sudah berada di bangku SMP kelas 9, seakan kemarin sore mereka bersama belajar di bangku sekolah. 

Keadaan ini kadang membawa memori tersendiri bagi anak-anak yang dudah mulai beranjak dewasa, mereka sudah tumbuh sesuai dengan linkungannya, ada yang tingginya melebihi gurunya waktu SD. merekapun sudah menjadi pribadi yang penuh dengan kenangan dan cerita. Mereka memberikan kesan tersendiri. Ketika mereka bertemu dan bertukar cerita maka yang ditanyakan pasti kenangan masa di SD dan beberapa hal yang menjadi kenagan mereka.

Inilah kebersamaan bersama alumni SDN Tanah Kalikedindng I-251 angkatan tahun 2015 yang kadang sudah lupa nama mereka satu persatu.

MENERIMA BENIH LOMBOK DARI TUNAS HIJAU


Dipicu oleh tingginya harga lombok pada medio pekan menjelang lebaran, Tnas Hijau Indonesia bekerja sama dengan salah satu komunitas membaca Surabaya membagikan benih lombak kepada penggiat dan aktivis lngkungan yang ada di Surabaya. kegiatan tersebut juga didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pada saat itu saya menerima sekitar 400 benih lombak siap tanam.

Senin, 14 Agustus 2017

GREBEK PASAR







Grebek pasar adalah salah satu kegiatan peduli lingkungan untuk memanfaatkan sampah organik yang ada di pasar-pasar tradisional untuk diolah menjadi pupuk organik lewat media takakura. Disini para kader lingkungan dari SDN Tanah Kalikedinding I-251 bersama pembina lingkungannya menuju salah satu sasaran pasar tradisioanla yang berada dekat sekolah.

Setelah sampai di pasar tradisioanla yang ada di dareah Bulak Rukem Timur para kader langsung menghubungi para pedagang sayur mayur yang baisanya membuang sisa-sisa sayur yang sudah tidak terpakai. dari sisa-sisa tersebut maka dikumpulkan dan dibawa kesekolah untuk diolah menjadi pupuk organik. biasanya sampah yang terkumpul sampai 100 Kg dan adpat diolah mejadi 50 Kg pupuk organik.

Kegiatan ini untuk mengasah kepekaan sosial tentang sampah, tidak semua sampah harus dibuang begitu saja tetapi dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bermanfaat. inilah sampah yang dapat diubah menjadi rupiah lewat pengolahan menjadi pupuk organik