Selasa, 10 Maret 2015

PENDIDIKAN

Pendidikan
Aku larut dalam samudra pendidikan
Ombaknya menenggelamkanku ke dasar pengajaran
Dari waktu-ke waktu beku dalam kesunyian
Semakin dalam aku terhenyak
Banyak tangan-tangan gurita saling berebut
Menikam, memfitnah, semua bikin celaka
Ini samudra kemuliaan
Yang semestinya di arungi dengan senyum kebahagiaan
Perahu layar sudah berkembang
Pantang biduk untuk kembali
Ini tugas kemanusiaan
Membangun anak-anak negeri
Dengan hati kita bekerja
Tidak sekedar kata-kata
Akan tetapi keteladanan patut kita tunjukkan
Nun jauh di hutan belantara
Anak-anak negeri tertinggal jauh dari aksara
Menulis namanya saja tidak bisa
Apalagi menyelesaikan rumus-rumus matematika
Akan tetapi mereka lebih bijaksana
Mengolah sumber daya alam yang ada
Daripada penghuni belantara gedung-gedung pencakar langit di kota-kota
Saling sikut, membunuh demi kursi singgasana tahta dunia
Disana duduk para mavia yang tidak mempedulikan rakyat jelata
Gedung sekolah ditelantarkan
Biaya pembangunannya di gelembung kan
Inikah samudra yang aku arungi ?
Airnya sudah tidak jernih lagi
Surabaya, Selasa 3 Maret 2015

Education

I dissolve in the ocean education
The waves drown to the basic teaching
From time to time, frozen in silence
The deeper I sank
Many hands octopus fight each other
Stabbing, defamatory, all make wretched
This ocean of glory
Which should in navigating with a smile of happiness
Sailboat has been developed
Abstinence river craft to return
The task of humanity
Build children country
The heart of our work
Not just words
But the example we should point out
Far away in the wilderness
Children country lags far from script
Write the name alone can not
Let alone resolve mathematical formulas
But they are more discreet
Processing of existing natural resources
Than the wilderness dwellers skyscraper buildings in cities
Elbow each other, killing for the sake of the throne's throne
There sat the mavia who do not care about ordinary people
Abandoned school building
The cost of construction in the bubble
I Cross the ocean is this?
the water is no longer clear
Surabaya, Tuesday, March 3rd, 2015

CINTAKU HANYA SATU


Detik boleh berganti menit
Menit boleh berganti jam
Jam boleh berganti hari
Hari boleh berganti minggu
Minggu boleh berganti bulan

Bulan boleh berganti tahun
Tapi ada satu yang tak boleh berubah
Yaitu cintaku padamu
Laut boleh bergelombang
Gunung boleh menggelegar
Petir boleh menyambar-nyambar
Kilat boleh saling bersautan
Tapi cintaku hanya satu
Untukmu seorang
Seperti bulan yang setia mengitari bumi
Seperti bumi yang setia mengitari matahari
Tak berubah selamanya
Walau sedetikpun
Cintaku tak kan lekang dimakan waktu
Cintaku tak kan pudar dimakan usia
Cintaku hanya satu
Hanya untukmu seorang
Karena.................
Engkaulah yang melahirkan tiga singa perkasa
Engkaulah yang memberi sepirit ketika aku duka
Engkaulah yang memberi secawan kenikmatan dimalam gelap gulita
Engkaulah yang menabur benih-benih keberanian melawan kegelisahan
Engkaulah yang menyalakan api dalam kegelapan
Engkaulah seruling merdu yang melantunkan irama orkestra
Engkaulah bunga melati yang semerbak mewangi
Engkaulah perencana ekonomi dalam kesulitan
Cintaku hanya satu
Hanya untukmu seorang


Love Only One

seconds may change minute
minutes may change hours
hours may change day
day be turned into weeks
be weeks turned into months
months of the year may change
but there is one that can not be changed
namely my love for you
be wavy sea
be jarring mountain
lightning may grabbing
may express shouted to each other
but love only one
you a
like the moon around the earth faithful
as the earth revolves around the sun faithful
was changed forever
even for a second
not love the timeless
love does not fade with age right
love only one
just for you a
because of .................
For you who gave birth to three mighty lion
sepirit when you were giving me grief
you were given a cup of pleasure On the night pitch black
For you who sow the seeds of courage against anxiety
For you who kindle a fire in the dark
For you sang melodious flute orchestra rhythm
thou fragrant jasmine scent
thou economic planners in trouble
love only one
ust for you throughout the
Surabaya, Monday, March 9th, 2015

SUASANA SENAM PAGI DI SEKOLAH


Setiap pagi hari Selasa sampai Jumat, anak-anak kelas I-VI mengikuti senam ceria dipandu oleh guru olahraga. Kegiatan ini bermaksud memberi penyegaran kepada anak-anak agar sehat dan peredaran darah menjadi lancar, suplai oksigen ke otak semakin lancar, belajarpun menjadi nyaman.

Selasa, 24 Februari 2015


Antara Dua Anak Negeri

Relung-relung hati,sumsum tulang belakangku tertusuk jarum kemunafikan
Gerak-gerik tubuh terbatasi oleh geliat penghianatan
Aroma penghancuran norma-norma tercium sampai kelpelosok negeri
Bak bau bunga bangkai yang mengundang lalat-lalat berterbangan
Dua anak kandung negeri saling menghujam belati di dada sanubari
Hilang akal
Hilang naluri
Keangkuhan Istana tak kunjung beraksi
Sabar-sabar... kata yang terucap dari sang Pemimpin
Bergejolak.....
Mengelegak.....
Ruyam durjana ditelan nafsu serakah

Burung-burung pemakan bangkai kian bersorak
kian bebas menyerang dan menerkam
Karena.......
Pedang keadilan telah berpihak
Tajamnya hanya untuk sang duafa
Dalil-dalil hukum telah dapat terpatahkan
Tak berlaku bagi yang empunya
Sabda sang Ulama kian tak diperhatikan
Bahkan dianggap gila nestapa
Pembawa lencana kian meradang dan menerjang
Mencari seribu sasaran untuk dikriminalkan
Dulu kawan sekarang lawan
Tak peduli walau sang pemimpin telah menitahkan
Hentikan.....
Hentikan.....
Semua tak punya arti
Kini keputusan telah diuji
Tinggal menunggu hari
Sampai kapan ini berati
Karna sudah tak berarti harumnya bunga melati
Salah Ucap

Bilur-bilur biru membekas dalam hati
Kata-katanya bak cemeti yang melecuti
Menhujam tajam sangat menyakiti
Menyayat pedih mengiris-iris bak belati

Huruf-demi huruf
Kata-demi kata
Kalimat-demi kalimat
Tersususun dalam sebuah paragraf
Terucap dari bibir yang pernah mengucap sahadat
Menyeruak merusak suasana yang dibangun berpondasikan basmalah
Hancur berkeping-keping tak bermakna
Iri, dengki, curiga, angkuh, sombong itulah penyebabnya
Pondasi yang dibangun kokoh, kini retak bak terkena gempa
Pilar-pilar penyangga goyah yang sebenarnya tak diinginkannya
Dinding-dinding penguat kini sudah tak nyaman
Atap-atap peneduh kini sudah berlubang
Janji prasetia kini sudah tak bermakna
Hati-hati yang menyatu kini tlah renggang berjarak
Tingkah polah kini tlah berubah
Mengelana dalam dunia fatamorgana
Mencari sensasi demi harga diri yang sebenarnya tak punya arti
Mengembara semakin tak peduli
Kalimat-kalimat hina sering terucap
Bak kapak membelah kayu jadi dua
Tak terpikir apa akibatnya
Ini semua terjadi karna salah ucap dalam berkata-kata


Surabaya, Minggu 22 Pebruari 2015
Ia Masih Belia

Di usia yang masih belia
Ia sudah mengenal arti cinta
Bak orang dewasa mengelora dalam dada
Bak burung merak yang mengibas-ngibaskan sayapnya
Mencari pesona tuk menarik pasangannya
Tuk meluapkan arti sebuah cinta
Bak pengelana yang haus mengembara
Mencari pelepas dahaga

Cinta …..bukanlah hitam putih seperti dalam bayangannya
Cinta …..bukan sekerdar tertarik pada lawan jenisnya
Cinta…...adalah sebuah irama
Melantun indah nyaman tuk didengarkan
Bak konser yang merdu membuai dalam angan-angan
Di usia yang masih belia
Ia terbakar api asmara
Bak Arjuna melepaskan anak panah cintanya
Menembus relung-relung hatinya
Merasuk dalam jiwa dan raga
Membawa imajinasi dalam dunia antah berantah
Iapun terkesima oleh untaian kata-kata
Melambung tinggi terbawa alunan biola
Bak burung punai saling kejar-mengejar
Tak peduli walau rintangan berjajar
Ini zaman teknologi
Anak belia matang belum waktunya
Terinpirasi oleh dunia maya
Oleh kata-kata atau gambar yang memikat hati
Semakin dilarang iapun semakin melawan
Bak perang baratha yudha antara ia dan orang tua
Tak sadar apa akibatnya
Iapun lupa tugas dan kewajibanya
Di usia yang masih belia
Ia terjerat oleh fatamorgana
Bersolek di depan kaca bak peragawati tampil dipentas seni
Berlanggak-lenggok bak burung merpati
Ia masih belia
Yang mestinya belajar mengejar impian
Meraih prestasi
Tuk mengharumkan ibu pertiwi


Surabaya, Selasa 24 Pebruari 2015

Rabu, 05 November 2014

Sekolah Baru Di SDN Tanah Kalikedidinding I-251


Pada tanggal 15 Agustus 2014 saya di rolling di SDN Tanah Kalikedinding I-251 yang beralamat di JL. Kalilom Lor Indah 1-3 Surabaya.  Disini mempunyai fasilitas yang sangat baik dan gedung yang sangat bail, gedung berlantai 3 dengan jumlah murid 750 siswa dan jumlag guru dan karyawan 40 orang. 

Di sekolah baru ini saya mendapat tantangan baru dengan beragam masalah, pertama jarak sekolah dengan rumah lebih jauh dari yang dulu, jumlah teman-teman guru baru, murid baru ddan wali muridpun baru sehingga perlu adaptasi untuk menyesuaikan dengan budaya setempat, akan tetapi justru dengan keadaan bari ini memberikan semangat yang lebih untuk bekerja yang lebih baik.

KELAS 4A DIMASA PANDEMI

Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...