Rabu, 31 Oktober 2012

KONDISI SEKOLAHKU DAN AKU

Hari ini terasa cukup panas, meskipun beberapa hari yang lalu turun hujan cukup lebat, tepat menjelang hari raya Idul Adha 1433 H. Sesudah itu cuaca menyengat, hari ini Bapak kepala sekolahku sakit cukup serius, beliau mengamar di Rumah Sakit Haji Sukolilo, aku dan teman-teman guru SDN Bulak Banteng I/263 menjengguk bersama-sama pada sore hari. menerut informasi dari keluarga beliau, beliau terserang tiper dan diabetes, akan tetapi beberapa haru kemudian beliau tambah darah beberapa kantong. Karena Kepala sekolah lagi sakit, teman-temnpun banyak yang prihatin dengan keadaan Bapak Imam.

Pada tanggal 29 Oktober 2012 pda pukul 15.00 aku beserta murid kelas VA menjengu Bapak Imam ke rumah beliau di Dukuh Pakis, kami menyewa Lyn F 2 mobil, sekalian ada titipan tanda tangan untuk pemberkasan, ternyata kondisi beliau masih lemah dan suhu badannya naik pada hari itu. Aku dan anak-anakpun tidak bisa berlama-lama supaya bapak segera dapat istirahat. Setelah aku berpesan pada Ibu Imam tentang tanda tangan berkas yang aku bawa, akupun mohon diri setelah berdoa bersama-sama dengan anak-anak supaya bapak lekas sembuh.

Bulan ini memang banyak pekerjaan yang belum terselesaikan, aku sendiri beberapa hari yang lalu setelah pulang dari Kota Batu, terserang flu. Aku sempat ke dokter Herman, akan tetapi belum juga tuntas, aku bersin-bersin, batuk disertai pusing dan makan tidak nyaman. Ya inilah manusia, banyak sekali kekurangannya.

Dengan kondisi semacam ini menjadi pelajaran bagi aku untuk selalu menjaga kesehatan sebaik-baiknya, kondisi sekolah unutk sementara ditangani oleh teman-teman, mereka juga saling membantu agar masalah sekolah dapat terselesaikan dengan baik, mau apa dikata keadaan memang menuntut demikian. inilah kerja tim untk membangun kebersamaan.

Senin, 24 September 2012

Kesunyian di Sampang

Sunyi itu merasuki tulang sumsum
ditemani temaran rembulan setengah jadi
cahyanyapun tak utuh lagi
sesekali suara binatang malam menyeruak terdengar
kan tetapi kesunyiakan itu masih terasa

malam semakin larut
pesona gemintang di langit membentuk formasi
lidah ini terasa keluh tuk berucap
hanya degupan jantung yang masih terasa
mengaliskan darah dalam pembulu

manakala kesunyian itu mersuki jiwa
hanya ada aku dan Dia
untuk saling bertegur sapa
tentang suasana hati yang sunyi
yang lama memendam tiada terperi

aku merenung tentang negeri ini
mengapa seribu masalah silih berganti
setelah kerusuhan disana-sini
kenapa harus ada teror yang semakin menjadi

anak-anak menangis dan merintih pedih
rumah-rumah terbakar
ibu-ibu terasa pilu
menanti kepastian yang tiada kunjung datang

malam semakin rayap
kesenyapan itu pecah
suara bayi menangis
sakit, pedih, karna gizi kurang terpenuhi




Selasa, 18 September 2012

Anak-anak yang rindu kedamaian

Deru reformasi mengerus NKRI
Roda-rodanya mengilas tanpa batas
Semua serba terbuka
Kan tapi penyelesaiannya yang tiada
Anak-anak Sampang terusir dan masuk gelanggang
Bermain siang dan malam
Tiada mengerti apa yang terjadi
Ada darah yang sudah tersimbah
Ada nyawa yang sudah direngutnya
Belum lagi harta benda yang di bakar massa
Kini kepastian belum juga datang
Akan kemanakah gerangan
350 jiwa yang ada di pengungsian
Jenuh, penat itu sudah menjadi kebiasaan
Seakan waktu yang menunggu

Oh.......... dimana keadilan dari dewi reformasi yang dulu dinyanyikan
Oh............dimana keadilan yang ada dalam butir Pancasila
Oh.............dimana hukum yang yang tertuang dalam UUD 1945
Oh...............dimana para bijak yang waktu kampanye menebar janji

Kini anak Sampang merindukan kedamaian yang telah tergadai



Minggu, 29 Juli 2012

RATAPAN DI PENGHUJUNG MALAM



RATAPAN DI PENGHUJUNG MALAM

Dipenghujung malam terakhir-Mu
Aku hanya bisa bersimpuh dihadapan-Mu
Mengakui segala dosa yang pernah aku lakukan pada-Mu
Aku hanya bisa meratapi apa yang telah menjadi kesalahanku
Penyesalanku ini bisakah menjadi obat dukaku akan dosa-dosa yang telah kuperbuat ?
Perkataanku ini dapatkah menjadi penawar dustaku yang telah lalu ?
Perbuatanku ini mampukah menjadi pelipur lara kesalahhanku yang telah lewat ?
Duhai Raja dari segala Raja
Duhai Hakim dari segala Hakim
Aku adalah makhlu-Mu yang lemah
Yang mudah terbuai oleh bujuk rayu dunia yang sesat
Yang mudah tergelincir oleh tipu muslihat
Yang mudah terayu oleh cantiknya dunia yang laknat
Pada siapa lagi aku harus bercurhat ?
Hanya Engkau yang selalu pegang amanat
Tak pernah ingkat janji atapun khianat
Ini bulan yang Engkau berkahi
Bulan yang penuh dengan ampunan
Bulan yang penuh dengan magfirah
Bulan yang didalamnya penuh dengan kebajikan
Tapi aku hanya bisa merintih dan merintih
Telah berapa banyak dosa yang telah ku perbuat ?
Telah berapa banyak janji-janji yang telah aku  ingkari ?
Telah berapa banyak makhluk-Mu yang telah aku dholimi ?
Ya Rob...............
Masihkah pintu maaf-Mu terbuka untukku ?
Aku yang banyak melakuakan dosa pada orang tua
Aku yang telah banyak berbuat nista
Aku yang telah berbuat cela
Kini aku menghampiri-Mu
Mohon akan ampunan-Mu
Mohon akan ridho-Mu
Mohon akan segala maaf dari-Mu
Duhai yang Maha Pemaaf
Masih pantaskah aku memohon permintaan pada-Mu ?
Sedangkan aku adalah pendosa
Telah berapa banyak kewajibanku yang belum tertunaikan ?
Berapa banyak hak-hak orang lain yang telah aku tawan ?
Pastaskah aku memohon pada-Mu ?
Duhai yang Maha Kasih
Duhai yang Maha Pemurah
Hanya pada-Mu harapanku ada
Hanya pada-Mu semua ini aku nyatakan
Hanya pada-Mu semua ini aku uraikan
Hanya pada-Mu semua ini aku jabarkan
Meskipun Engkau tidak butuh semua itu
Tapi aku butuh akan kasih maaf-Mu
Ini penghujung malam kemulian-Mu
Sesusai dengan janji-Mu
Untuk membuka pintu maaf-Mu
Engkau tak pernah ingkar janji
Karena itu bukan sifat-Mu
Duhai yang Maha Kasih


Selasa, 17 Juli 2012

Selepas Acara Wisuda

Sesudah acara wisuda, teman-teman kelas A Mustopo berfoto bersama dengan rasa bahagia setelah 4 tahun belajar bersama. Di kelas A ini ada 15 mahasiswa yang ikut wisuda dri 54 mahasiswa yang ada, dan aku adalah satu-satunya mahasiswa laki-laki yang di wisuda sedang yang lainnya belum. Dari sebelah kanan yaitu ibu Nyurti, Sunarsih, Amiyah, Satu orang aku tidak kenal, aku sendiri, bu Arni, Dwi Asmara, dan bu Ribut.

Suasana dalam gedung sangat meriah setalh acara wisuda, semua mahasiswa saling bersalaman mengucapkan selamat dan sukses, ada yang berfoto bersama sebagai tanda kenang-kenangan. Mungkin untk beberapa tahun ke depa mereka saling mencari jalan hidupnya masing-masing, edangkan kami yang sudah berdinas di sekolah dasar akan melanjutkn kerj kami untuk mendidik anak bangsa lebih maju lagi.

KELAS 4A DIMASA PANDEMI

Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...