Senin, 10 Desember 2012

Rabu, 31 Oktober 2012

KONDISI SEKOLAHKU DAN AKU

Hari ini terasa cukup panas, meskipun beberapa hari yang lalu turun hujan cukup lebat, tepat menjelang hari raya Idul Adha 1433 H. Sesudah itu cuaca menyengat, hari ini Bapak kepala sekolahku sakit cukup serius, beliau mengamar di Rumah Sakit Haji Sukolilo, aku dan teman-teman guru SDN Bulak Banteng I/263 menjengguk bersama-sama pada sore hari. menerut informasi dari keluarga beliau, beliau terserang tiper dan diabetes, akan tetapi beberapa haru kemudian beliau tambah darah beberapa kantong. Karena Kepala sekolah lagi sakit, teman-temnpun banyak yang prihatin dengan keadaan Bapak Imam.

Pada tanggal 29 Oktober 2012 pda pukul 15.00 aku beserta murid kelas VA menjengu Bapak Imam ke rumah beliau di Dukuh Pakis, kami menyewa Lyn F 2 mobil, sekalian ada titipan tanda tangan untuk pemberkasan, ternyata kondisi beliau masih lemah dan suhu badannya naik pada hari itu. Aku dan anak-anakpun tidak bisa berlama-lama supaya bapak segera dapat istirahat. Setelah aku berpesan pada Ibu Imam tentang tanda tangan berkas yang aku bawa, akupun mohon diri setelah berdoa bersama-sama dengan anak-anak supaya bapak lekas sembuh.

Bulan ini memang banyak pekerjaan yang belum terselesaikan, aku sendiri beberapa hari yang lalu setelah pulang dari Kota Batu, terserang flu. Aku sempat ke dokter Herman, akan tetapi belum juga tuntas, aku bersin-bersin, batuk disertai pusing dan makan tidak nyaman. Ya inilah manusia, banyak sekali kekurangannya.

Dengan kondisi semacam ini menjadi pelajaran bagi aku untuk selalu menjaga kesehatan sebaik-baiknya, kondisi sekolah unutk sementara ditangani oleh teman-teman, mereka juga saling membantu agar masalah sekolah dapat terselesaikan dengan baik, mau apa dikata keadaan memang menuntut demikian. inilah kerja tim untk membangun kebersamaan.

Senin, 24 September 2012

Kesunyian di Sampang

Sunyi itu merasuki tulang sumsum
ditemani temaran rembulan setengah jadi
cahyanyapun tak utuh lagi
sesekali suara binatang malam menyeruak terdengar
kan tetapi kesunyiakan itu masih terasa

malam semakin larut
pesona gemintang di langit membentuk formasi
lidah ini terasa keluh tuk berucap
hanya degupan jantung yang masih terasa
mengaliskan darah dalam pembulu

manakala kesunyian itu mersuki jiwa
hanya ada aku dan Dia
untuk saling bertegur sapa
tentang suasana hati yang sunyi
yang lama memendam tiada terperi

aku merenung tentang negeri ini
mengapa seribu masalah silih berganti
setelah kerusuhan disana-sini
kenapa harus ada teror yang semakin menjadi

anak-anak menangis dan merintih pedih
rumah-rumah terbakar
ibu-ibu terasa pilu
menanti kepastian yang tiada kunjung datang

malam semakin rayap
kesenyapan itu pecah
suara bayi menangis
sakit, pedih, karna gizi kurang terpenuhi




Selasa, 18 September 2012

Anak-anak yang rindu kedamaian

Deru reformasi mengerus NKRI
Roda-rodanya mengilas tanpa batas
Semua serba terbuka
Kan tapi penyelesaiannya yang tiada
Anak-anak Sampang terusir dan masuk gelanggang
Bermain siang dan malam
Tiada mengerti apa yang terjadi
Ada darah yang sudah tersimbah
Ada nyawa yang sudah direngutnya
Belum lagi harta benda yang di bakar massa
Kini kepastian belum juga datang
Akan kemanakah gerangan
350 jiwa yang ada di pengungsian
Jenuh, penat itu sudah menjadi kebiasaan
Seakan waktu yang menunggu

Oh.......... dimana keadilan dari dewi reformasi yang dulu dinyanyikan
Oh............dimana keadilan yang ada dalam butir Pancasila
Oh.............dimana hukum yang yang tertuang dalam UUD 1945
Oh...............dimana para bijak yang waktu kampanye menebar janji

Kini anak Sampang merindukan kedamaian yang telah tergadai



KELAS 4A DIMASA PANDEMI

Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...