Kami mencoba posting yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan sastra terutama cerpen,novel,puisi dan lainya.
Sabtu, 02 April 2011
Energi Positif
Sabtu, 05 Maret 2011
Arti Seorang Teman
Jumat, 4 Maret 2011
Aku mulai berfikir realistic tentang arti sebuah pertemanan, ketika seseorang yang kita anggap sebagai teman ternyata mulai menjauh dari kita, maka aku kita tidak mempunyai hak apapun untuk menghalang-halanginya. Cuma kita perlu bertanya dalam hati apa penyebabnya, apakah dari diri kita sendiri atau dari teman kita sendiri ?. Tetapi pada hakekatnya semua itu menjadi instropeksi bagi diri kita masing-masing. Bahwa dalam sebuah pertemanan kita tidak boleh masuk dalam privasi seseorang tanpa diminta oleh orang tersebut. Yang menjadi tanggung jawab kita dalam pertemanan adalah saling menjaga satu sama lain tentang privasi tersebut, saling mengormati dan menjaga omongan agar tidak menyingung perasaan masing-masing.
Memang dalam hidup bermasyarakat kita tidak dapat hidup sendiri, teman yang baik adalah teman yang dapat diajak untuk berkomunikasi tentang hal-hal yang positif dalam kehidupan ini, atau dengan kata lain teman yang baik adalah teman yang dapat diajak untuk sharing/curah pendapat. Bukan untuk mengurusi masalah pribadi teman tersebut. Akan tetapi apabila kita dimintai pendapat tentang masalah pribadi, kita hanya sebatas memberi masukan tanpa adanya tekanan. Semua keputusan terakhir ada pada teman kita tersebut. Inilah yang harus kita camkan dalam hidup bermasyarakat atau bersosial.
Dalam berteman kita juga harus tahu batas-batasnya, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Terutama bila teman kita tersebut berlainan jenis, jelas di sini kita harus dapat menjaga kehormatan teman kita tersebut dan dapat menjaga perasaan kita masing-masing sebatas teman. Tidak boleh lebih.
Inilah yang saya katakan sebagai pemikiran realistic dari pertemanan atau dengan kata lain sebuah persahabatan. Sehingga kita tidak mempunyai beban yang berlebihan apabila teman kita meninggalkan kita atau bahkan menjauh dari kita untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena timbulnya isu-isu yang bisa menimbulkan fitnah. Justru kalau itu yang kita lakukan malah akan menimbulkan kabaikan magi kita masing-masing. Memang dalam hal ini perlu adanya keterbukaan diantara teman tersebut, akan tetapi kalau teman tersebut bersifat tertutup maka kitapun tidak boleh memaksanya untuk megatakan sesuatu yang menyebabkan ia menjauh dari kita. Hal itu menjadi hak teman kita tersebut.
Teman yang baik adalah teman yang dapat saling mendukung dalam kemajuan, bukan saling menjatuhkan apabila teman kita tersebut mengalami sebuah kemajuan, bahkan kita ditutut untuk membantu apabila teman kita tersebut mengalami sebuah kesulitan, apalagi kalau teman tersebut lagi susah maka kita harus dapat memberikan sebuah motivasi untuk bangkit mengatasi permasalan yang dihadapinya.
Jumat, 25 Februari 2011
PSSI 20011
Bak serangan lawan ladam pertandingan
Wajah tercoreng tak terperikan
Bagai nyanyian yang yang menyayat hati
Harga diri bangsa digadaikan
Oleh segelintir manusia yang durjana
Masuk penjara bukan pelajaran
Malah jadi mahkota di kepala
Suara rakyat suara Tuhan
Itu sudah menjadi slogan
Kan tetapi bagi penggila jabatan
Itu semua bukan sindirin
Kamis, 03 Februari 2011
Wajah dibalik topeng
bak daging yang tercincang-cincang
persoalan kian menumpuk dan meradang
bagaikan skumpulan srigala yang berperang
bangkai busuk kian tersimpan
entah menyebar ataupun hilang
lambat laun pastilah akan terang
walau disumbal dengan seribu gombal
wajah-wajah yang tertutup topeng
bermain api mengorbankan hati
tak peduli seribu muka yang hilang
ataupun sirna ditelan masa
wajah murka dibalik topeng
tampak seyum dalam tarian
geliat dada tak terasa
walau sesak seribu nyawa
wajah durjana disimpan muka
topeng tertata dalam roman duka
wajah bengis dipoles ramah
menutup aib yang kian merajalela
anak negeri kian tersiksa
oleh duka kemiskinan melanda
gapai asa yang tak sampai
walau cita sribu di atas kepala
Jumat, 21 Januari 2011
Ali Akbar Hasemi Rafsanjani
Ali, selamat jalan, engkau mendahului kami, semoga lapang jalanmu, kamipun akan menyusulmu untuk bertemu dengan Sang Kholik dan para maksumin. Doa kami senantiasa untukmu.
Senin, 10 Januari 2011
Engkau adalah kawan
Kawan belajar dalam kehidupan
Berbagi cerita atau kata-kata
Walau kadang salah kata itu biasa
Bercanda tawa itu hiburannya
Makan hati jangan sampai terbawa
Saling bantu itu menunya
Tuk perekat tali silahturahmi dari hati ke hati
Bagaimanapun engkau adalah kawan
Walau kadang kala menjengkelkan
Kan tapi sangat menggemaskan
Dalam tutur kata atau perbuatan
Bagaimanapun engkau adalah kawan
Tuk saling mengenang
Saling berbagi kegundahan
Yang kadang menghadang
Bagaimanapun engkau adalah kawan
Saling mengisi kekurangan
Tak lebih atau kurang
Hanya sebatas kemampuan
Dana Yang Termakan
Dana sekian juta habis dimakan belibis
Kaki rapuh seakan kokoh bak beton pencakar langit
Semua seakan terantai oleh birokrasi pengecil hati
Mau apa dikata
Pemotongan honor sudah biasa
Pakai surat pernyataan segala
padahal itu kamufase belaka
Dari atasan sampai bawahan tak mengaku semua
Takut terkena getahnya
Padahal rantai itu sudah lama membelenggu
Dari leher sampai dagu
Hati runyam tak bisa bilang
Pemotongan terus berselang
Walau kecil nilai nominal
Kan tapi kebiasaan tak bisa hilang
Dana pendidikan terus menguyur
Sang pengatur bagai ikan dapat umpan
Tiada henti tuk melahap
sampai perut kenjang bak keranjang
KELAS 4A DIMASA PANDEMI
Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...
-
Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...
-
DERAI PROBLEMATIKA HIDUP HIDUP TERUS MENGALIR BAK AIR DERAS TIADA TERBENDUNG SEANDAINYA BAGAIKAN ANGIN SEMILIR BETAPA SYAHDUNYA HIDUP DI AT...
-
Tanggal 3 Januari 2016 hari Minggu kegiatan diisi dengan mengantar anak ke 3 kembali ke Pondok Pesantren Mambaus Sholihin des...