Sabtu, 02 April 2011

Energi Positif

Kebahagian kalau dibagi terhadap sesama teman,saudara, dan handai tolan menjadi energi positif yang dapat membangkitkan semangat hidup dan berjuang bagi semuanya. inilah yang dinamakan penyaluran sumber energi yang dapat menjadi stimulus bagi orang lain dan menjadi motivasi bagi orang lain. Contoh nyata energi positif adalah perjuangan Muhammad SAW yang menjadi inspirasi bagi umatnya untuk selalu berjuang menghadapi kehidupan ini walau beratnya tak terkira, karena energi positif yang tersalurkan memberikan motivasi untuk selalu berjuang. Begitu pula bagaimana Bill Gate yang pada awalnya dikatakan anak autis kini menjadi orang yang sukses secara materi dengan mengusai Microsof corporotion. Dan masih banyak orang-orang yang pada awalnya terpuruk kemudian bangkit dari keterpurukkannya dan akhirnya menjadi pemenang dari kehidupan ini

Sabtu, 05 Maret 2011

Arti Seorang Teman

Jumat, 4 Maret 2011

Aku mulai berfikir realistic tentang arti sebuah pertemanan, ketika seseorang yang kita anggap sebagai teman ternyata mulai menjauh dari kita, maka aku kita tidak mempunyai hak apapun untuk menghalang-halanginya. Cuma kita perlu bertanya dalam hati apa penyebabnya, apakah dari diri kita sendiri atau dari teman kita sendiri ?. Tetapi pada hakekatnya semua itu menjadi instropeksi bagi diri kita masing-masing. Bahwa dalam sebuah pertemanan kita tidak boleh masuk dalam privasi seseorang tanpa diminta oleh orang tersebut. Yang menjadi tanggung jawab kita dalam pertemanan adalah saling menjaga satu sama lain tentang privasi tersebut, saling mengormati dan menjaga omongan agar tidak menyingung perasaan masing-masing.

Memang dalam hidup bermasyarakat kita tidak dapat hidup sendiri, teman yang baik adalah teman yang dapat diajak untuk berkomunikasi tentang hal-hal yang positif dalam kehidupan ini, atau dengan kata lain teman yang baik adalah teman yang dapat diajak untuk sharing/curah pendapat. Bukan untuk mengurusi masalah pribadi teman tersebut. Akan tetapi apabila kita dimintai pendapat tentang masalah pribadi, kita hanya sebatas memberi masukan tanpa adanya tekanan. Semua keputusan terakhir ada pada teman kita tersebut. Inilah yang harus kita camkan dalam hidup bermasyarakat atau bersosial.

Dalam berteman kita juga harus tahu batas-batasnya, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Terutama bila teman kita tersebut berlainan jenis, jelas di sini kita harus dapat menjaga kehormatan teman kita tersebut dan dapat menjaga perasaan kita masing-masing sebatas teman. Tidak boleh lebih.

Inilah yang saya katakan sebagai pemikiran realistic dari pertemanan atau dengan kata lain sebuah persahabatan. Sehingga kita tidak mempunyai beban yang berlebihan apabila teman kita meninggalkan kita atau bahkan menjauh dari kita untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena timbulnya isu-isu yang bisa menimbulkan fitnah. Justru kalau itu yang kita lakukan malah akan menimbulkan kabaikan magi kita masing-masing. Memang dalam hal ini perlu adanya keterbukaan diantara teman tersebut, akan tetapi kalau teman tersebut bersifat tertutup maka kitapun tidak boleh memaksanya untuk megatakan sesuatu yang menyebabkan ia menjauh dari kita. Hal itu menjadi hak teman kita tersebut.

Teman yang baik adalah teman yang dapat saling mendukung dalam kemajuan, bukan saling menjatuhkan apabila teman kita tersebut mengalami sebuah kemajuan, bahkan kita ditutut untuk membantu apabila teman kita tersebut mengalami sebuah kesulitan, apalagi kalau teman tersebut lagi susah maka kita harus dapat memberikan sebuah motivasi untuk bangkit mengatasi permasalan yang dihadapinya.

Jumat, 25 Februari 2011

PSSI 20011

Hujan Kritik menghujam bertubi-tubi
Bak serangan lawan ladam pertandingan
Wajah tercoreng tak terperikan
Bagai nyanyian yang yang menyayat hati

Harga diri bangsa digadaikan
Oleh segelintir manusia yang durjana
Masuk penjara bukan pelajaran
Malah jadi mahkota di kepala

Suara rakyat suara Tuhan
Itu sudah menjadi slogan
Kan tetapi bagi penggila jabatan
Itu semua bukan sindirin

Kamis, 03 Februari 2011

Wajah dibalik topeng

Denyut nadi kian kencang
bak daging yang tercincang-cincang
persoalan kian menumpuk dan meradang
bagaikan skumpulan srigala yang berperang

bangkai busuk kian tersimpan
entah menyebar ataupun hilang
lambat laun pastilah akan terang
walau disumbal dengan seribu gombal

wajah-wajah yang tertutup topeng
bermain api mengorbankan hati
tak peduli seribu muka yang hilang
ataupun sirna ditelan masa

wajah murka dibalik topeng
tampak seyum dalam tarian
geliat dada tak terasa
walau sesak seribu nyawa

wajah durjana disimpan muka
topeng tertata dalam roman duka
wajah bengis dipoles ramah
menutup aib yang kian merajalela

anak negeri kian tersiksa
oleh duka kemiskinan melanda
gapai asa yang tak sampai
walau cita sribu di atas kepala

Jumat, 21 Januari 2011

Ali Akbar Hasemi Rafsanjani

Pada tanggal 10 Januari 2011 ini aku mendapat berita duka dari Mas Pamuji bahwa putra dari Mas Imam meninggal dunia, antara percaya dan tidak hatiku bergetar saat menerima telepon dari Mas Pamudji tersebut. Ia masih muda , cakep , cekatan dan trampil . Inilah yang kadang kala aku tak habis pikir, rahasia apa yang akan diajarkan oleh Yang Maha Perkasa, Sang Pemilik kehidupan. Ali ini sudah lama sekali aku tak ketemu karena ia kuliah di Pontianak ikut dengan Budenya yang ada di sana, aku sendiri jadi tercengang mendengarnya karena berita yang aku terima bahwa ia kecelakaan menabrak truk yang berhenti karena rusak pada malam hari dari Mentawa menuju Pontianak, sungguh diluar dugaanku anak semuda itu sudah dipanggil oleh sang Maha Pemilik Kehidupan. Innanillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga Allah menerima semua amal kebajikanya selama ini. Kerena aku tau bahwa ia anak yang selau terenyuh hatinya bila melihat saudaranya menderita dan denga ringan tangan ia akan memberikan bantuan semampunya. Inilah salah satu perilaku yang dicontohkan Mas Imam selaku guru silat kami diperguruan.

Ali, selamat jalan, engkau mendahului kami, semoga lapang jalanmu, kamipun akan menyusulmu untuk bertemu dengan Sang Kholik dan para maksumin. Doa kami senantiasa untukmu.

Senin, 10 Januari 2011

Engkau adalah kawan

Bagaimanapun engkau adalah kawan
Kawan belajar dalam kehidupan
Berbagi cerita atau kata-kata
Walau kadang salah kata itu biasa

Bercanda tawa itu hiburannya
Makan hati jangan sampai terbawa
Saling bantu itu menunya
Tuk perekat tali silahturahmi dari hati ke hati

Bagaimanapun engkau adalah kawan
Walau kadang kala menjengkelkan
Kan tapi sangat menggemaskan
Dalam tutur kata atau perbuatan

Bagaimanapun engkau adalah kawan
Tuk saling mengenang
Saling berbagi kegundahan
Yang kadang menghadang

Bagaimanapun engkau adalah kawan
Saling mengisi kekurangan
Tak lebih atau kurang
Hanya sebatas kemampuan

Dana Yang Termakan

Hati nyinyir tanpa kuatir
Dana sekian juta habis dimakan belibis
Kaki rapuh seakan kokoh bak beton pencakar langit
Semua seakan terantai oleh birokrasi pengecil hati

Mau apa dikata
Pemotongan honor sudah biasa
Pakai surat pernyataan segala
padahal itu kamufase belaka

Dari atasan sampai bawahan tak mengaku semua
Takut terkena getahnya
Padahal rantai itu sudah lama membelenggu
Dari leher sampai dagu

Hati runyam tak bisa bilang
Pemotongan terus berselang
Walau kecil nilai nominal
Kan tapi kebiasaan tak bisa hilang

Dana pendidikan terus menguyur
Sang pengatur bagai ikan dapat umpan
Tiada henti tuk melahap
sampai perut kenjang bak keranjang

KELAS 4A DIMASA PANDEMI

Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...