Senin, 14 Agustus 2017

MENANAM POHON MAGROVE DI WONOREJO






Pembelajaran tak selamanya di dalam kelas, para siswa SDN Tanah Kalikedinding I-251 Surabaya mengaplikasikan ilmunya di alam nyata, yaitu menanam pohon magrove sebagai wujud nyata cinta lingkungan dan melestarikan sumber daya alam yang ada di laut. Dengan menanam pohon mangrove maka biota laut dapat terselamatkan, habitanya semakin berkembang dan tidak rusak oleh tangan-tangan jail.

Kegiatan ini atas kerjasam dengan UNAIR dan Tunas Hijau Indonesia dalam rangka memperingati hari Bumi. Kelestarian lingkungan tergantung dari tangan-tangan manusia. Harus ada upaya nyata untuk menyelamatkannya. 1000 pohon magrove dapat tertanam di tepi pantai taman magrove Wonorejo Surabaya.

PROFIL GURU-GURU SDN TANAH KALIKEDINDING I-251






Setelah mengadakan upacara bendera tiap tanggal 17 tiap bulan para dewan guru mencoba mengekpresikan diri dengan foto bersama mengenakan seragam Korpri. Dengan berbagai gaya mereka tampil bersama-sama untuk mewujudkan Visi,Misi dan Tujuan bersama membangun sekolah yang berbudaya mutu. 

BELAJAR MENCINTAI LINGKUNGAN




Bersama Tunas Hijau Indonesia, Gerakan Pramuka Kwarda Jatim, US Army dan TNI AL para siswa SDN Tanah Kalikedinding I-251 membuat lubang resapan biopori di Jl. Kertajaya. Kegiatan kolaborasi ini akan menumbuh kembangkan rasa cinta lingkungan sesuai dengan darma Pramuka yaitu "Cinta Alam dan kasih sayang sesama Manusia" . Disinilah akan terbentuk jiwa-jiwa yang selalu peduli terhadap kelestarian alam. Apalagi kegiatan ni melibatkan banyak orang yang menimbulkan interaksisosial diantara mereka sebagiman ayang terlihat dalam foto tersebut di atas.

para siswa  SDN Tanah kalikedinding I-251 tidak canggung bertemu dengan berbagai kalangan seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Bapak Syaifullah Yusuf, Komndan Kadet TNI AL, US Army dan berbagai kalangan lainnya. Hal inilah yang membentuk karakter mereka, belajar di alam langsung dan melakukan interaksi sosial.

BELAJAR BERSAMA VETERAN PERANG





Tanpa rahmad dan karunia Allah SWT serta perjuangan para sesepuh bangsa seperti beliau-beliau tentu merah putih sulit untuk berkibar dengan tegak di bumi persada yang kita cintai ini. Inilah Bapak-bapak para Veteran perang yang telah mengabdikan jiwa dan raganya untuk bangsa Indonesia tanpa pamrih.

Disinah kita keluarga besar SDN Tanah Kalikedinding I-251 belajar dari keteladan beliau-beliau yang pantang menyerah, walau di usianya yang menjelang senja, ilmu yang beliau dapatkan tetap disampaikan pada anak-anak bangsa yang akan melanjutkan perjuangan beliau.

surabaya, 15 Agustus 2017

MENGIKUTI LOMBA HEMAT ENERGI ESDM






Untuk mengembangkan talenta siswa maka perlu dikembangkan untuk memebrikan kesembatan mengikuti beberapa event lomba misalnya pidato, menggambar poster dan kegiatan seni lainnya. disilah akan terasa jiwa-jiwa yang unggul dan seportif membangun jati diri.

SEKOLAH BERBUDAYA MUTU




Kegiatan para siswa dan guru SDN Tanah Kalikedinding I-251 Surabaya untuk membentuk karakter yang mulia dan dapat menghargai oarang lain sebagimana ia menghargai dirinya sendiri.

Minggu, 26 Maret 2017

TADABBUR ALAM DI GUNUNG BOROMO




Pada hari Minggu, 26 Maret 2017 bersama rombongan pengurus Muhammadiyah Probolinggo mengadakan refresing ke Gunung Bromo. Kami berangkat pukul 02.00 WIB pagi mengendarai mobil Hartop 3 unit, karena yang ikut sebanyak 17 orang. Kami berangkat sepagi itu dengan harapan mendapat tempat parkir yag lebih dekat dengan titik puncak pandang Matahari terbit.

Kami sampai di tujuan pukul 04.09 WIB, jalan berliku dan hujan gerimis menyertai kami semua, memang medan yang kami lalui cukup lumayan karena jalan yang sempit dilereng-lereng bukit. Sampai ditujuan kami berhenti dan singgah di Musholah Mandiri atas angin. Hawa dingin menyelimuti, kabut cukup tebal. Saat sholat subuh berjamaah rasa dingin itu semakin menjerat dengan air wudhu yang mengalir sangat pelan, akan tetapi masih bisa dipakai.

Inilah kebesaran dari Allah SWT, meskipun tempat ini di puncak bukit, akan tetapi yang mengunjungi sungguh luar biasa, banyak turis yang berasal dari daerah yang jauh, ada yang dari Jakarta, Padang, Makasar, bahkan ada turis dari manca negara. Allah Maha Besar.

Sayang sekali pada hari itu hujan rintik-rintik dan kabut tebal selalu menyelimuti sehingga pagi itu kami tidak dapat menyaksikan terbitnya matahari. Menjelang pukul 06.00 kamipun turun ke mushola dan kembali ke Probolinggo karena kondisi dari Bapak Agus Sumardi mengalami gangguan kesehatan, yaitu rasa lemas karena kekurangan oksigen. Kami pulang kembali meliwati padang kaldera yang luas dengan iringan hijan gerimis yang menguyur. Cukup melelahkan juga perjalanan hari ini.

KELAS 4A DIMASA PANDEMI

Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...