Kami mencoba posting yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan sastra terutama cerpen,novel,puisi dan lainya.
Rabu, 19 September 2012
Selasa, 18 September 2012
Anak-anak yang rindu kedamaian
Deru reformasi mengerus NKRI
Roda-rodanya mengilas tanpa batas
Semua serba terbuka
Kan tapi penyelesaiannya yang tiada
Anak-anak Sampang terusir dan masuk gelanggang
Bermain siang dan malam
Tiada mengerti apa yang terjadi
Ada darah yang sudah tersimbah
Ada nyawa yang sudah direngutnya
Belum lagi harta benda yang di bakar massa
Kini kepastian belum juga datang
Akan kemanakah gerangan
350 jiwa yang ada di pengungsian
Jenuh, penat itu sudah menjadi kebiasaan
Seakan waktu yang menunggu
Oh.......... dimana keadilan dari dewi reformasi yang dulu dinyanyikan
Oh............dimana keadilan yang ada dalam butir Pancasila
Oh.............dimana hukum yang yang tertuang dalam UUD 1945
Oh...............dimana para bijak yang waktu kampanye menebar janji
Kini anak Sampang merindukan kedamaian yang telah tergadai
Roda-rodanya mengilas tanpa batas
Semua serba terbuka
Kan tapi penyelesaiannya yang tiada
Anak-anak Sampang terusir dan masuk gelanggang
Bermain siang dan malam
Tiada mengerti apa yang terjadi
Ada darah yang sudah tersimbah
Ada nyawa yang sudah direngutnya
Belum lagi harta benda yang di bakar massa
Kini kepastian belum juga datang
Akan kemanakah gerangan
350 jiwa yang ada di pengungsian
Jenuh, penat itu sudah menjadi kebiasaan
Seakan waktu yang menunggu
Oh.......... dimana keadilan dari dewi reformasi yang dulu dinyanyikan
Oh............dimana keadilan yang ada dalam butir Pancasila
Oh.............dimana hukum yang yang tertuang dalam UUD 1945
Oh...............dimana para bijak yang waktu kampanye menebar janji
Kini anak Sampang merindukan kedamaian yang telah tergadai
Minggu, 29 Juli 2012
RATAPAN DI PENGHUJUNG MALAM
RATAPAN DI
PENGHUJUNG MALAM
Dipenghujung malam terakhir-Mu
Aku hanya bisa bersimpuh dihadapan-Mu
Mengakui segala dosa yang pernah aku
lakukan pada-Mu
Aku hanya bisa meratapi apa yang telah
menjadi kesalahanku
Penyesalanku ini bisakah menjadi obat
dukaku akan dosa-dosa yang telah kuperbuat ?
Perkataanku ini dapatkah menjadi penawar
dustaku yang telah lalu ?
Perbuatanku ini mampukah menjadi pelipur
lara kesalahhanku yang telah lewat ?
Duhai Raja dari segala Raja
Duhai Hakim dari segala Hakim
Aku adalah makhlu-Mu yang lemah
Yang mudah terbuai oleh bujuk rayu dunia
yang sesat
Yang mudah tergelincir oleh tipu
muslihat
Yang mudah terayu oleh cantiknya dunia
yang laknat
Pada siapa lagi aku harus bercurhat ?
Hanya Engkau yang selalu pegang amanat
Tak pernah ingkat janji atapun khianat
Ini bulan yang Engkau berkahi
Bulan yang penuh dengan ampunan
Bulan yang penuh dengan magfirah
Bulan yang didalamnya penuh dengan
kebajikan
Tapi aku hanya bisa merintih dan
merintih
Telah berapa banyak dosa yang telah ku
perbuat ?
Telah berapa banyak janji-janji yang
telah aku ingkari ?
Telah berapa banyak makhluk-Mu yang
telah aku dholimi ?
Ya Rob...............
Masihkah pintu maaf-Mu terbuka untukku ?
Aku yang banyak melakuakan dosa pada
orang tua
Aku yang telah banyak berbuat nista
Aku yang telah berbuat cela
Kini aku menghampiri-Mu
Mohon akan ampunan-Mu
Mohon akan ridho-Mu
Mohon akan segala maaf dari-Mu
Duhai yang Maha Pemaaf
Masih pantaskah aku memohon permintaan
pada-Mu ?
Sedangkan aku adalah pendosa
Telah berapa banyak kewajibanku yang
belum tertunaikan ?
Berapa banyak hak-hak orang lain yang
telah aku tawan ?
Pastaskah aku memohon pada-Mu ?
Duhai yang Maha Kasih
Duhai yang Maha Pemurah
Hanya pada-Mu harapanku ada
Hanya pada-Mu semua ini aku nyatakan
Hanya pada-Mu semua ini aku uraikan
Hanya pada-Mu semua ini aku jabarkan
Meskipun Engkau tidak butuh semua itu
Tapi aku butuh akan kasih maaf-Mu
Ini penghujung malam kemulian-Mu
Sesusai dengan janji-Mu
Untuk membuka pintu maaf-Mu
Engkau tak pernah ingkar janji
Karena itu bukan sifat-Mu
Duhai yang Maha Kasih
Selasa, 17 Juli 2012
Selepas Acara Wisuda
Sesudah acara wisuda, teman-teman kelas A Mustopo berfoto bersama dengan rasa bahagia setelah 4 tahun belajar bersama. Di kelas A ini ada 15 mahasiswa yang ikut wisuda dri 54 mahasiswa yang ada, dan aku adalah satu-satunya mahasiswa laki-laki yang di wisuda sedang yang lainnya belum. Dari sebelah kanan yaitu ibu Nyurti, Sunarsih, Amiyah, Satu orang aku tidak kenal, aku sendiri, bu Arni, Dwi Asmara, dan bu Ribut.
Suasana dalam gedung sangat meriah setalh acara wisuda, semua mahasiswa saling bersalaman mengucapkan selamat dan sukses, ada yang berfoto bersama sebagai tanda kenang-kenangan. Mungkin untk beberapa tahun ke depa mereka saling mencari jalan hidupnya masing-masing, edangkan kami yang sudah berdinas di sekolah dasar akan melanjutkn kerj kami untuk mendidik anak bangsa lebih maju lagi.
Minggu, 15 Juli 2012
Satu Rombongan Wisuda
Teman-teman satu rombongan yang berangkat bersama-sama satu mobil.
Aku, Bu Ellys, Bu Amiyah dan Bu Arni
Setelah Wisuda
Selepas wisuda di Unesa pada tanggal 10 Juli 2012 hari Selasa, ini aku didampingi oleh Bapak dan Istriku. Semua terasa bahagia karena 4 tahun belajar di Unesa sambil bekerja, yang berat menjadi ringan, yang susah jadi bahagia. Lepas, ringan bagai burung terbang di angkasa penuh keleluasaan. akan tetapi rasa tanggung jawab semakin besar kedepan karena anak bangsa sudah menunggu di sekolah kami masing-masing. Semoga dengan bekal dari Unesa pngetahuan kami tambah maju dan lebih mumpuni dalam mendidik anak bangsa.
Langganan:
Postingan (Atom)
KELAS 4A DIMASA PANDEMI
Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...
-
Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...
-
DERAI PROBLEMATIKA HIDUP HIDUP TERUS MENGALIR BAK AIR DERAS TIADA TERBENDUNG SEANDAINYA BAGAIKAN ANGIN SEMILIR BETAPA SYAHDUNYA HIDUP DI AT...
-
Tugas Mata Kuliah : Kajian Sastra Dosen Pengampu : Heru Subrata Jenis Tugas : Analisis Karya Sastra ( Puisi ) Nama Mahasiswa ...