Kami mencoba posting yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan sastra terutama cerpen,novel,puisi dan lainya.
Kamis, 05 April 2012
Lagi Serius Mengamati Hasil Ujian
Mejeng Bareng Ibu-Ibu Kelas A Pemkot Di UNESA
Belajar Jadi Pedagang Kaki Lima
Sabtu, 10 Maret 2012
Hotel Majapahit
Selasa, 28 Februari 2012
Siola yang Merana
Gedung Siola pada tahun 75an merupakan pusat pertokoaan yang mentereng, sayang seiring perkembangan zaman pusat pertokoan tersebut tergeser dengan banyaknya mal-mal yang tumbuh bak jamur di seantero kota Pahlawan ini, mulai dari Surabaya barat, utara, selatan, maupun timur. Siola dulu ia disebut, sekrang ini berganti nama menjadi Tunjungan City, akan tetapi pergantian nama tersebut sampai sekarang belum mendongkrak hunian didalam gedung tersebut, kalah jauh dengan Tunjungan Plaza yang ada di sebelah selatan gedung tersebut.Meskipun gedung tersebut sudah direnovasi dengan bagusnya.
Senin, 20 Februari 2012
Mendidik lebih sulit dari sekedar mengajar
Ternyata mendidik itu lebih sulit dari pada sekedar mengajar, hal ini aku rasakan ketika aku ingin anak didikku menjadi anak yang jujur, bertanggung jawab, mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dan mempunayi sikap peduli terhadap apa yang menjadi tugas-tugasnya. Pada hari ini ada 10 anak yang tidak mengerjakan tugas yang sudah aku berikan seminggu lalu. Aku sendiri heran kenapa anak-anak ada yang lupa. Kalau ini berkelanjutan terus menerus tanpa adanya pembenahan yang kongkrit, apa jadinya anak-anak ini lima tahun kedepan ? mau jadi anak yang bagaimanakah siswa-siswa ini ?
Inilah yang saya katakan bahwa mendidik itu lebih sulit dari sekedar mengajar. Kesulitan itu akan tampak nyata dalam kehidupan sehari-hari ketika anak didik ini kita cek satu persatu hasil belajarnya.
Inilah yang saya katakan bahwa mendidik itu lebih sulit dari sekedar mengajar. Kesulitan itu akan tampak nyata dalam kehidupan sehari-hari ketika anak didik ini kita cek satu persatu hasil belajarnya.
Minggu, 25 Desember 2011
Matahari 2011
Matahari 2011 tinggal sepenggal lagi
berapa tinta emas yang tertoreh di lembaran sejarah ini
mengukir relief-relief indah menghias negeri
yang tak kan terhapuskan oleh kerasnya zaman kini
ataukah bukan tinta emas tang tertoreh
kan tapi lembaran hitam kelabu anak negeri yang terdholimi
atau banyak terungkapnya kasus korupsi yang tak kunjung sepi
malah-malah makin manjadi-jadi
bak cendawan dimusin hujan, mati satu seribu bersemi
Matahari 2011 tinggal hitungan hari
apakah ini jadi intropeksi
bagi para pejabat pengelola negeri
tuk saling tak menyakiti
seperti kasus Mesuji
ataupun bentrokan di Bima antara rakyat dan Polisi
akankah ini berulang dan kembali
menghiasi lembaran sejarah ini
Matahari 2011 tinggal selangkah lagi
masihkah tangisan anak-anak dan bayi menghantam sunyi
diujung-ujung negeri kelaparan terjadi
sementara kasus century tak kunjung sepi
apakah ini negeri yang jadi idaman pemimpin kami
yang membangun negeri dengan darah, nyawa, harta dan nurani
inikah balasan penerus anak negeri
tinggal mengolah kan tapi dengan serakah ditelan mimpi
Matahari 2011 sudah dipelupuk mata
tapi tangisan ada dimana-mana
di Papua anak negeri minta merdeka
petani tembakau menghujat di jalan raya
di Mesuji rakyat menuntut haknya
di Pulau Padang ada petani berunjuk rasa
pakai menjahit mulut segala
tuk didengar aspirasinya
bahkan ada anak negeri yang membakar diri dengan rela
walau nyawa jadi taruhannya
Kan tapi semua dianggap sunyi........................
Sepi...................
hening......
tiada terjadi apa-apa....
seperti Matahari dengan berlahan menuju peraduannya
esok pagi menjelang lagi.
berapa tinta emas yang tertoreh di lembaran sejarah ini
mengukir relief-relief indah menghias negeri
yang tak kan terhapuskan oleh kerasnya zaman kini
ataukah bukan tinta emas tang tertoreh
kan tapi lembaran hitam kelabu anak negeri yang terdholimi
atau banyak terungkapnya kasus korupsi yang tak kunjung sepi
malah-malah makin manjadi-jadi
bak cendawan dimusin hujan, mati satu seribu bersemi
Matahari 2011 tinggal hitungan hari
apakah ini jadi intropeksi
bagi para pejabat pengelola negeri
tuk saling tak menyakiti
seperti kasus Mesuji
ataupun bentrokan di Bima antara rakyat dan Polisi
akankah ini berulang dan kembali
menghiasi lembaran sejarah ini
Matahari 2011 tinggal selangkah lagi
masihkah tangisan anak-anak dan bayi menghantam sunyi
diujung-ujung negeri kelaparan terjadi
sementara kasus century tak kunjung sepi
apakah ini negeri yang jadi idaman pemimpin kami
yang membangun negeri dengan darah, nyawa, harta dan nurani
inikah balasan penerus anak negeri
tinggal mengolah kan tapi dengan serakah ditelan mimpi
Matahari 2011 sudah dipelupuk mata
tapi tangisan ada dimana-mana
di Papua anak negeri minta merdeka
petani tembakau menghujat di jalan raya
di Mesuji rakyat menuntut haknya
di Pulau Padang ada petani berunjuk rasa
pakai menjahit mulut segala
tuk didengar aspirasinya
bahkan ada anak negeri yang membakar diri dengan rela
walau nyawa jadi taruhannya
Kan tapi semua dianggap sunyi........................
Sepi...................
hening......
tiada terjadi apa-apa....
seperti Matahari dengan berlahan menuju peraduannya
esok pagi menjelang lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)
KELAS 4A DIMASA PANDEMI
Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...
-
Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...
-
DERAI PROBLEMATIKA HIDUP HIDUP TERUS MENGALIR BAK AIR DERAS TIADA TERBENDUNG SEANDAINYA BAGAIKAN ANGIN SEMILIR BETAPA SYAHDUNYA HIDUP DI AT...
-
Tugas Mata Kuliah : Kajian Sastra Dosen Pengampu : Heru Subrata Jenis Tugas : Analisis Karya Sastra ( Puisi ) Nama Mahasiswa ...