Senin, 02 Mei 2011

Senandung Kemerdekaan

Warna lembayung itu menawan hati

Tatkala hati terperikan, sedandung serunai menyejukkan hati

Serumpun bambupun ikut bergoyang oleh belaian sang bayu

Lembut penuh kasih dan sayang

Onak dan duripun tak terasa

Walau galau selalu mendera

Burung pipit terbang bebas tiada batas

Mencari belaian sang awan yang mempesona

Walau kemerdekaan itu mahal harganya

Banyak yang mencari walau nyawa taruhannya

Tak terperikan beribu-ribu nyawa bertaburan tuk meraihnya

Duhai ilalang yang bergoyang

Tiada hambatan tuk melakukannya

Bak merpati yang terbang bebas berkelana

Gemericik sungai mengalir lembut

Membawa ikan-ikan bebas berenang

tiada takut ataupun kalut

Oleh halang rintang yang terbentang

Kemerdekaan serasa indah bak cahya kemilau di ufuk timur

Membawa kedamaian sampai menjelang senja

Warna violet bergelajut disudut langit diujung barat

Menawarkan keindahan yang tiada dapat tergantikan

Nyanyian camar di tepi pantai

Menambah syahdunya kehidupan

Senin, 11 April 2011

Rasa Kejenuhan

Melihat kenyataan yang ada memang kadang kita jenuh dengan keadaan yang ada, akan tetapi kalau kita tenggok lebih dalam, akankah Allah lelah mengurus ciptaan-Nya ? apakah Allah tidak dan butuh istirahat untuk mengurus semua ciptaan-Nya ? tentu jawabnya " Tidak ". Allah dengan segala kekuasaa-Nya, Maha Kasih-Nya selalu peduli dan takkan lelah untuk mengurus semua ciptaan-Nya. Inilah yang menyebabkan dunia masih berputar pada porosnya, matahari masih terbit dari timur, meskipun perang di bumi ini tiada hentinya, silih berganti dari suatu negara ke negara lainnya.

Itu semua masih dalam sekup dunia, sekarang coba kita tenggok diri kita sendiri. Ada yang lebih dan ada yang kurang pada diri kita, apakah hal ini kita sadari ? kalau hal ini kita sadari seberapa jauhkah diri kita ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar kita ? dapatkah kita menjadi contoh bagi putra-putri kita ? dapatkah kita mengontrol emosi kita ? inilah pertanyaan yang tampaknya konyol ! karena untuk menjawabnya butuh kejujuran dari hati nurani yang dalam.

Memang marah itu hal yang wajar dan manusiawi kalau dapat menempatkan marah pada tempatnya. Karena marah merupakan penyaluran energi, bak gunung yang mau meletus kalau tidak meletus justru akan mengakibatkan hal yang lebih buruk dikemudian hari. Nah disini butuh pengendali. Pengendali itu tiada lain adalah tawadhu' pada sang Pencipta, tawadhu' pada ciptaan-Nya. Semua makhluk Allah menjadi ibro bagi kita semua. Kalau semua itu tidak kita lakukan maka kejenuhan dalam dada selalu muncul dan mengoda kita untuk berpurus asa. Inilah yang sangat berbahaya kerena dapat menggerogoti iman kita.

Minggu, 03 April 2011

Berfikir Realistis

Memang untuk berfikir realistis tentang diri kita sendiri serasa sulit, ibaratnya dalam bahasa Jawa "Ndelok Gitok'e Dhewe " Nah siapa yang dapat melihat dirinya sendiri, baik semua kekurangannya maupun kelebihanya maka ia akan mengenal pribadinya secarah utuh . kalau sudah tau semuanya maka ia akan dapat mengendalikan emasi, perilaku, dan dapat membaca keadaan. inilah yang dikatakan bahwa barang siapa yang dapat mengenal dirinya sendiri maka ia akan mengenal Penciptanya.

Pada tahap inilah manusia sering tergelincir oleh egoisme yang mengekangnya. rasa sombong, rasa punya setuatu yang lebih dari yang lainnya, inilah yang menyebabkan manusia sulit untuk menghargai orang lain.

Manusia punya perasaan, kalau diri kita merasa sakit maka orang lainpun juga mengalaminya. Sehingga dari rasa tepo sliro, saling menghargai orang lain akan timbul dan ada rasa simpati terhadap orang lain yang mengalami musibah atau lainnya. Inilah sifat alamiah sesungguhnya manusia.

Berkaitan dengan rasa relistis tadi maka manusia akan selalu berfikir relaistis tentang keadaannya dan keadaan orang lain, tidak mudah emosi dan dapat membaca keadaan.

Sabtu, 02 April 2011

Energi Positif

Kebahagian kalau dibagi terhadap sesama teman,saudara, dan handai tolan menjadi energi positif yang dapat membangkitkan semangat hidup dan berjuang bagi semuanya. inilah yang dinamakan penyaluran sumber energi yang dapat menjadi stimulus bagi orang lain dan menjadi motivasi bagi orang lain. Contoh nyata energi positif adalah perjuangan Muhammad SAW yang menjadi inspirasi bagi umatnya untuk selalu berjuang menghadapi kehidupan ini walau beratnya tak terkira, karena energi positif yang tersalurkan memberikan motivasi untuk selalu berjuang. Begitu pula bagaimana Bill Gate yang pada awalnya dikatakan anak autis kini menjadi orang yang sukses secara materi dengan mengusai Microsof corporotion. Dan masih banyak orang-orang yang pada awalnya terpuruk kemudian bangkit dari keterpurukkannya dan akhirnya menjadi pemenang dari kehidupan ini

Sabtu, 05 Maret 2011

Arti Seorang Teman

Jumat, 4 Maret 2011

Aku mulai berfikir realistic tentang arti sebuah pertemanan, ketika seseorang yang kita anggap sebagai teman ternyata mulai menjauh dari kita, maka aku kita tidak mempunyai hak apapun untuk menghalang-halanginya. Cuma kita perlu bertanya dalam hati apa penyebabnya, apakah dari diri kita sendiri atau dari teman kita sendiri ?. Tetapi pada hakekatnya semua itu menjadi instropeksi bagi diri kita masing-masing. Bahwa dalam sebuah pertemanan kita tidak boleh masuk dalam privasi seseorang tanpa diminta oleh orang tersebut. Yang menjadi tanggung jawab kita dalam pertemanan adalah saling menjaga satu sama lain tentang privasi tersebut, saling mengormati dan menjaga omongan agar tidak menyingung perasaan masing-masing.

Memang dalam hidup bermasyarakat kita tidak dapat hidup sendiri, teman yang baik adalah teman yang dapat diajak untuk berkomunikasi tentang hal-hal yang positif dalam kehidupan ini, atau dengan kata lain teman yang baik adalah teman yang dapat diajak untuk sharing/curah pendapat. Bukan untuk mengurusi masalah pribadi teman tersebut. Akan tetapi apabila kita dimintai pendapat tentang masalah pribadi, kita hanya sebatas memberi masukan tanpa adanya tekanan. Semua keputusan terakhir ada pada teman kita tersebut. Inilah yang harus kita camkan dalam hidup bermasyarakat atau bersosial.

Dalam berteman kita juga harus tahu batas-batasnya, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Terutama bila teman kita tersebut berlainan jenis, jelas di sini kita harus dapat menjaga kehormatan teman kita tersebut dan dapat menjaga perasaan kita masing-masing sebatas teman. Tidak boleh lebih.

Inilah yang saya katakan sebagai pemikiran realistic dari pertemanan atau dengan kata lain sebuah persahabatan. Sehingga kita tidak mempunyai beban yang berlebihan apabila teman kita meninggalkan kita atau bahkan menjauh dari kita untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena timbulnya isu-isu yang bisa menimbulkan fitnah. Justru kalau itu yang kita lakukan malah akan menimbulkan kabaikan magi kita masing-masing. Memang dalam hal ini perlu adanya keterbukaan diantara teman tersebut, akan tetapi kalau teman tersebut bersifat tertutup maka kitapun tidak boleh memaksanya untuk megatakan sesuatu yang menyebabkan ia menjauh dari kita. Hal itu menjadi hak teman kita tersebut.

Teman yang baik adalah teman yang dapat saling mendukung dalam kemajuan, bukan saling menjatuhkan apabila teman kita tersebut mengalami sebuah kemajuan, bahkan kita ditutut untuk membantu apabila teman kita tersebut mengalami sebuah kesulitan, apalagi kalau teman tersebut lagi susah maka kita harus dapat memberikan sebuah motivasi untuk bangkit mengatasi permasalan yang dihadapinya.

Jumat, 25 Februari 2011

PSSI 20011

Hujan Kritik menghujam bertubi-tubi
Bak serangan lawan ladam pertandingan
Wajah tercoreng tak terperikan
Bagai nyanyian yang yang menyayat hati

Harga diri bangsa digadaikan
Oleh segelintir manusia yang durjana
Masuk penjara bukan pelajaran
Malah jadi mahkota di kepala

Suara rakyat suara Tuhan
Itu sudah menjadi slogan
Kan tetapi bagi penggila jabatan
Itu semua bukan sindirin

Kamis, 03 Februari 2011

Wajah dibalik topeng

Denyut nadi kian kencang
bak daging yang tercincang-cincang
persoalan kian menumpuk dan meradang
bagaikan skumpulan srigala yang berperang

bangkai busuk kian tersimpan
entah menyebar ataupun hilang
lambat laun pastilah akan terang
walau disumbal dengan seribu gombal

wajah-wajah yang tertutup topeng
bermain api mengorbankan hati
tak peduli seribu muka yang hilang
ataupun sirna ditelan masa

wajah murka dibalik topeng
tampak seyum dalam tarian
geliat dada tak terasa
walau sesak seribu nyawa

wajah durjana disimpan muka
topeng tertata dalam roman duka
wajah bengis dipoles ramah
menutup aib yang kian merajalela

anak negeri kian tersiksa
oleh duka kemiskinan melanda
gapai asa yang tak sampai
walau cita sribu di atas kepala

KELAS 4A DIMASA PANDEMI

Kondisi pandemi yang hampir satu tahun ini menyebabkan pembelajaran dilakukan 100 % melalui daring. Anak-anak hanya bisa bertemu gurunya mel...